PT Timah Targetkan Tambahan Cadangan 30 Ribu Ton pada 2026

PT Timah Targetkan Tambahan Cadangan 30 Ribu Ton pada 2026
PT Timah (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Timah (Persero) Tbk mematok target penambahan cadangan timah berkisar 30 ribu ton pada 2026 guna menggantikan deplesi atau penyusutan cadangan akibat aktivitas produksi, sekaligus mempertahankan keberlanjutan operasional perseroan.

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha PT Timah Harry Budi Sidharta menyampaikan bahwa penguatan sumber daya serta cadangan menjadi salah satu pilar utama dalam peta jalan peningkatan operasional dan produksi perusahaan.

“Dengan target mencapai penambahan cadangan sebesar 30.000 ton. Setidaknya itu menggantikan atau sesuai dengan hasil dari depletion. Ini menjaga sustainability produksi perusahaan,” kata Harry dalam Public Expose Live 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Sampai dengan semester I 2026, PT Timah membukukan deposit sumber daya mineral timah mencapai 798 ribu ton Sn serta cadangan mineral timah sebesar 312 ribu ton Sn.

Guna memperkokoh ketersediaan sumber daya dan cadangan tersebut, perseroan menggelar aktivitas eksplorasi baik di darat maupun perairan laut.

Dalam pemaparannya, serangkaian agenda eksplorasi yang telah dieksekusi sepanjang 2026 mencakup survei geologi seluas 3.216 hektare, pemetaan geofisika sepanjang 76 kilometer, serta pemetaan topografi pada area 17.638 hektare.

Perseroan turut mencatatkan realisasi pengeboran eksplorasi sepanjang 41.104 meter beserta pengeboran pandu sepanjang 12.971 meter demi menopang strategi penambahan sumber daya dan cadangan.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra mengutarakan bahwa agenda eksplorasi diprioritaskan pada 2026 lantaran merupakan langkah paling awal untuk menemukan cadangan dan sumber daya baru.

“Untuk usaha pertambangannya dimulai dari aktivitas eksplorasi yang merupakan saat ini menjadi prioritas di tahun 2026. Kemudian dilanjutkan di proses penambangan mineral timahnya itu sendiri,” ujar Ilhamsyah.

Di samping eksplorasi, perseroan mulai memfokuskan pengolahan timah primer serta mengoptimalkan produksi lewat pemenuhan alat kerja, peningkatan efisiensi alat, hingga percepatan pembukaan lahan tambang baru.

Terhitung sejak Juli dan Agustus 2026, PT Timah mengoperasikan empat unit kapal isap produksi baru guna menunjang pencapaian target operasional hingga penutupan tahun. 

Penambahan sarana kerja juga dieksekusi pada deretan titik pertambangan darat.

“Harapannya kita bisa maksimalkan penambahan alat kerja dan juga peningkatan produktivitas alat kerja tambang kita sampai akhir tahun,” ucap Ilhamsyah.

Di luar target penambahan cadangan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 menetapkan kuota produksi bijih timah sebesar 30.000 ton Sn.

Sepanjang semester I 2026, produksi bijih timah perseroan telah menembus 12.232 ton Sn, alias melonjak 75 persen ketimbang capaian periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Sementara itu, volume produksi logam timah menyentuh 10.865 metrik ton, atau melesat 58 persen secara tahunan.

Ilhamsyah menjelaskan perseroan terus melaju sesuai koridor target operasi dan produksi yang telah dicanangkan tahun ini, menyusul serangkaian pembenahan pada fondasi operasional maupun sarana pengolahan dan pemurnian.

Menatap 2027, ia memproyeksikan target operasional dan produksi perseroan bakal relatif sepadan dengan rentang 2026. 

Meski begitu, porsi perhatian utama tetap dicurahkan pada pembesaran sumber daya serta cadangan guna menjamin keberlanjutan bisnis dan operasi.

Selain sektor timah primer, perseroan juga mulai menggarap potensi logam tanah jarang dari mineral ikutan timah, seperti monasit. Pengembangan tersebut saat ini masih dalam fase pemetaan teknis bersama sejumlah mitra strategis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index