Ratusan Ribu Siswa Gaza Kembali ke Sekolah di Tengah Bangunan Rusak

Ratusan Ribu Siswa Gaza Kembali ke Sekolah di Tengah Bangunan Rusak
Ratusan Ribu Siswa Gaza Kembali ke Sekolah di Tengah Bangunan Rusak

SEBARIS.CO.ID — Sekitar 541 ribu siswa di Gaza memulai tahun ajaran baru pada Sabtu (19/9) meski harus belajar di bangunan yang rusak akibat gempuran Israel. Lebih dari 85 persen sekolah pemerintah tidak lagi bisa dipakai, memaksa siswa dan guru beradaptasi dengan kondisi seadanya.

Kerusakan yang ditimbulkan jauh melampaui bangunan. Sistem pendidikan Gaza kehilangan 22 ribu siswa dan lebih dari 770 tenaga pendidik, termasuk 532 guru, menurut data yang dihimpun dari otoritas setempat.

Mayoritas Sekolah Tak Bisa Dipakai

Lebih dari 85 persen sekolah pemerintah di Gaza tidak lagi dapat digunakan. Sebagian bangunan hancur total, sementara sejumlah sekolah lain berada di zona "garis kuning" sehingga dilarang untuk kegiatan belajar mengajar.

Kondisi itu memaksa siswa dan guru beradaptasi dengan apa pun yang tersisa. Kelas digelar di ruang terbuka, tenda darurat, atau puing bangunan yang masih berdiri.

Guru dan Siswa Menanggung Beban Ganda

Kehilangan ratusan tenaga pendidik membuat rasio guru terhadap siswa makin timpang. Para pengajar yang tersisa harus menangani rombongan belajar lebih besar dengan fasilitas minimal.

Bagi siswa, tahun ajaran baru ini bukan sekadar soal kembali ke kelas. Banyak dari mereka masih menyandang trauma akibat kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggal.

PBB dan sejumlah lembaga kemanusiaan sebelumnya memperingatkan bahwa pemulihan sektor pendidikan Gaza membutuhkan waktu bertahun-tahun. Tanpa gencatan senjata permanen dan masuknya material konstruksi dalam jumlah besar, proses itu berjalan sangat lambat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index