SEBARIS.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 49,07 poin atau 0,76% ke level 6.511,50 pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Lonjakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 19,96% usai kabar pengalihan 10 miliar saham ke grup Haji Isam menjadi penopang utama indeks pagi ini.
Sepanjang awal sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.521,02 dan terendah 6.506,72. Sebanyak 280 saham menguat, 129 saham melemah, dan 554 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp363,5 miliar dengan volume perdagangan 555,9 juta saham.
BYAN Melesat Hampir 20 Persen
Penguatan indeks ditopang lonjakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Harga saham BYAN melesat 19,96% ke Rp13.825.
Kenaikan tersebut menyusul pengumuman rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham milik pendiri sekaligus pengendali Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Saham itu akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam.
Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama untuk transaksi tersebut.
Saham Grup Haji Isam Ikut Menguat
Selain BYAN, sejumlah emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha Haji Isam turut bergerak naik pada awal perdagangan. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 5,49% ke Rp4.420.
PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menguat 16,03%, sedangkan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 8,96%.
Sentimen Global Beri Ruang
Tekanan di pasar keuangan Indonesia berpotensi mereda seiring sejumlah indikator eksternal yang mulai membuka ruang bagi aset berisiko. Harga minyak dan imbal hasil US Treasury turun, sementara Wall Street berhasil rebound pada perdagangan Kamis.
Dow Jones ditutup naik 0,61%, S&P 500 menguat 1,14%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,69%. Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Harga minyak Brent terkoreksi sekitar 1% menjadi US$104,82 per barel, sedangkan WTI turun ke US$101,91 per barel. Kendati demikian, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel karena risiko gangguan pasokan dari konflik di Timur Tengah masih tinggi.
Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali terjadi pada Kamis. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun tajam, dengan hanya tiga kapal komersial melintas pada Rabu, dibandingkan rata-rata 10 hari sebanyak 17 kapal.
Data Tenaga Kerja AS dan Suku Bunga Jepang
Klaim tunjangan pengangguran AS turun menjadi 196.000, lebih rendah dari ekspektasi 208.000. Angka itu menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif kuat dan dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter The Fed.
Dari Eropa, Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga 3,75% meski inflasi Inggris naik menjadi 3,1% pada Agustus. BoE juga menyoroti risiko kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
Perhatian pasar Asia tertuju pada Jepang. Data inflasi Agustus dirilis pagi ini sebelum Bank of Japan (BoJ) mengumumkan keputusan suku bunga, dengan pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin menjadi 1,25%.
Keputusan BoJ berpotensi memengaruhi pergerakan yen, obligasi Jepang, hingga arus dana investor Jepang di pasar global.
Penguatan IHSG pagi ini menunjukkan aksi korporasi besar di sektor batu bara mampu menopang indeks di tengah ketidakpastian global. Pergerakan lanjutan akan bergantung pada respons pasar terhadap keputusan BoJ dan perkembangan konflik Timur Tengah.