PT Timah Arahkan Tambang di Babel Guna Perkuat Ekonomi Daerah

PT Timah Arahkan Tambang di Babel Guna Perkuat Ekonomi Daerah
PT Timah Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Timah Tbk menegaskan operasional pertambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) difokuskan guna memperkokoh perekonomian masyarakat lokal.

Division Head CSR PT Timah Taufik dalam pencerahannya di Jakarta, Kamis, mengungkapkan faedah sektor pertambangan tidak sebatas diukur dari performa produksi semata, melainkan dari kapasitasnya menggerakkan roda ekonomi yang dampaknya bisa diamati warga.

Sesuai pandangannya, penguatan ekonomi warga menjadi pilar penting yang mesti dipacu beriringan dengan sektor edukasi hingga pelayanan kesehatan, supaya kehadiran sektor tambang mempunyai sinergi yang kian erat terhadap keseharian publik di daerah.

“Perusahaan bukan hanya melakukan kegiatan penambangan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat, baik melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun program-program keberlanjutan,” katanya.

Rahmat menyampaikan, pemahaman terkait keterkaitan antara sektor pertambangan dan pembangunan ekonomi lokal juga mesti dipupuk lewat komunikasi komprehensif yang melibatkan korporasi, insan pers, serta akademisi.

Sinergi lintas sektor dibutuhkan demi menghadirkan sudut pandang yang lebih menyeluruh mengenai dunia tambang, termasuk bagaimana operasional industri itu bersentuhan langsung dengan dinamika sosial-ekonomi penduduk sekitar.

Langkah ini salah satunya direalisasikan lewat agenda sosialisasi MediaMIND 2026 yang diinisiasi oleh Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID di PT Timah Tbk, Pangkalpinang.

Jurnalis Jurnal Indonesia Alza Munzi menerangkan jurnalis di Babel memiliki keterikatan erat dengan kegiatan pertambangan timah, sehingga sanggup menyajikan sudut pandang publik atas dinamika industri tersebut.

“Teman-teman wartawan di Bangka Belitung memiliki banyak pengalaman dan cerita mengenai pertambangan timah yang bisa dibawa tidak hanya ke tingkat nasional, tetapi juga lebih luas lagi," ujarnya.

Menurut penilaian Alza, kerja-kerja jurnalistik di bidang pertambangan menyimpan tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan akses ke narasumber hingga gejolak di lapangan.

Kendati demikian, pengalaman lapangan tersebut memberi kesempatan bagi para jurnalis untuk mengamati secara langsung benang merah kegiatan pertambangan dengan kehidupan warga.

Ia menilai salah satu sudut pandang yang patut digali yakni nasib kelompok rentan, mencakup kaum perempuan serta anak-anak yang mendiami kawasan sekitar tambang.

Bagi Alza, isu ini mendesak untuk disorot lantaran dinamika pertambangan bukan sekadar urusan eksploitasi kekayaan alam, melainkan turut membawa pergeseran sosial yang beririsan dengan kelangsungan hidup dan aktivitas ekonomi warga.

Oleh sebab itu, pemberitaan seputar dunia pertambangan dinilai perlu menyuarakan secara lebih lapang mengenai faedah ekonomi, program pendampingan, hingga dinamika perubahan pada masyarakat di wilayah sekitar tambang.

"Sehingga pengelolaan sumber daya alam dapat dilihat dari kontribusinya terhadap pembangunan daerah," katanya pula.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index