JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkokoh integrasi antara Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru demi mempermudah mobilitas pengguna layanan Commuter Line.
Langkah pengembangan ini ditempuh melalui pembenahan fasilitas di sekeliling Stasiun Karet serta penyediaan sarana penghubung menuju Stasiun Sudirman Baru.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Stasiun Karet tetap beroperasi sebagai salah satu gerbang masuk penumpang.
Di sisi lain, konektivitas ke Stasiun Sudirman Baru terus diperkuat lewat ragam sarana pendukung.
“Stasiun Karet tetap memiliki peran sebagai pintu akses pelanggan. Melalui pengembangan fasilitas ini, KAI menata akses dan area pendukung agar pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, aman, dan tertata yang terpusat di Stasiun Sudirman Baru,” ujar Anne, Sabtu (5/9/2026).
Salah satu sarana yang tengah dipersiapkan KAI yakni jalur penghubung dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru. Fasilitas tersebut mencakup satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal.
Travelator ini dirancang untuk mempermudah penumpang yang hendak berpindah dari area Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru yang melayani perjalanan Commuter Line.
Anne menegaskan, Stasiun Karet maupun Stasiun Sudirman Baru tetap menjalankan peran masing-masing. Integrasi tersebut diwujudkan lewat penataan akses pengguna serta penyediaan fasilitas penghubung antarkawasan stasiun.
Selain membangun travelator, KAI juga mengeksekusi sejumlah penataan di area Stasiun Karet, meliputi pembenahan lanskap stasiun, penyediaan area drop off transportasi lanjutan termasuk ojek online, optimalisasi fungsi area stasiun, hingga koridor bagi pejalan kaki.
Pembenahan juga diterapkan pada sisi Kendal melalui pemasangan eskalator akses, kanopi selasar, dan koridor pejalan kaki.
Area pedestrian serta akses moda lanjutan turut dirapi agar pergerakan penumpang semakin lancar sekaligus menekan kepadatan aktivitas di sekeliling Stasiun Karet.
Pengembangan integrasi ini direalisasikan guna merespons tingginya mobilitas penumpang di kedua lokasi. Merujuk data periode Januari-Agustus 2026, Stasiun Karet bersama Stasiun Sudirman Baru mencatatkan total 6.702.680 aktivitas penumpang.
Secara rinci, Stasiun Karet membukukan 4.909.334 aktivitas, sedangkan Stasiun Sudirman Baru mencatat 1.793.346 aktivitas penumpang.
Anne menambahkan bahwa pembenahan sarana stasiun ini menjadi wujud komitmen KAI dalam menyesuaikan layanannya dengan kebutuhan mobilitas warga Jabodetabek yang kian dinamis.
“Melalui pengembangan Stasiun Karet dan konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru, KAI menghadirkan akses pelanggan yang lebih tertata dengan fasilitas pendukung perjalanan yang semakin baik. Penguatan fasilitas ini mendukung pengalaman perjalanan Commuter Line yang lebih nyaman bagi masyarakat,” ujar Anne.
Integrasi Karet-Sudirman Baru sekaligus menjadi bagian penting dari evolusi transportasi rel perkotaan di wilayah Jakarta. Stasiun Karet telah beroperasi sejak 1922 yang kemudian berintegrasi ke dalam jaringan KRL perkotaan.
Di sisi lain, Stasiun Sudirman Baru mulai melayani arus perjalanan kereta pada rentang 2017-2018.
Pada 2026, kawasan kedua stasiun ini memasuki fase pemantapan integrasi lewat pembenahan akses dan fasilitas penghubung.
Melalui penataan ini, Stasiun Karet difokuskan sebagai salah satu titik akses penumpang, sementara operasional perjalanan Commuter Line tetap dipusatkan di Stasiun Sudirman Baru.