Cinema XXI (CNMA) Berpeluang Pulih Disokong Film Blockbuster

Cinema XXI (CNMA) Berpeluang Pulih Disokong Film Blockbuster
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — Pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) berpeluang mengukir pemulihan kinerja pada semester II/2026 dengan sokongan deretan film blockbuster Hollywood.

Sejumlah proyek sinema seperti Spider Man: Brand New Day dan Avengers: Doomsday diproyeksikan menjadi pendorong utama untuk memicu kenaikan angka penonton sekaligus omzet perseroan.

Analis Sucor Sekuritas Hansen Seng menilai laju CNMA berpotensi membaik pada paruh kedua 2026 usai kinerja semester I/2026 masih dibayangi tekanan.

"Kami memperkirakan momentum peningkatan pendapatan dari film Hollywood Spider Man Brand New Day dan Avengers Doomsday," ujarnya dalam riset yang dikutip, Selasa (1/9/2026).

Dirinya menambahkan bahwa kedua film tersebut berpeluang memberikan sumbangsih bermakna terhadap jumlah penonton.

Dengan mengasumsikan CNMA sanggup menyerap sekitar 67% dari total penonton nasional untuk kedua film Marvel itu, kontribusinya diperkirakan mencapai 12 juta tiket terjual sepanjang 2026. 

Pendorong ini memegang peranan krusial mengingat pertumbuhan CNMA ke depan dinilai tidak lagi bertumpu penuh pada perluasan jumlah layar, melainkan juga pada kualitas jajaran film yang tayang.

Sucor Sekuritas memperkirakan volume tiket terjual CNMA pada semester II/2026 dapat menyentuh 47,7 juta, naik sekitar 12% dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Dari sisi fundamental, Sucor Sekuritas memproyeksikan pendapatan CNMA sepanjang 2026 menembus kisaran Rp6,02 triliun, tumbuh 2,7% secara tahunan. Laba bersih ditargetkan mencapai Rp715 miliar, terangkat sekitar 1,5%. Untuk periode 2027, laba bersih diprediksi menguat menjadi Rp737 miliar.

Hansen menganggap pertumbuhan laba CNMA akan lebih mendominasi dari hasil optimasi monetisasi penonton, mencakup kenaikan average ticket price (ATP) serta belanja F&B, alih-alih cuma mengandalkan peningkatan kuantitas penonton. Hal tersebut seirama dengan struktur pendapatan CNMA.

Pada semester I/2026, penjualan tiket menyumbang sekitar 60,2% atau Rp1,6 triliun dari total pendapatan, sementara sektor F&B memberi kontribusi 33,7% atau Rp886,3 miliar. Sisa pendapatan bersumber dari periklanan, platform digital, serta gelaran acara sebesar Rp160,2 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan dan rilis resmi perseroan, CNMA mengantongi pendapatan Rp2,6 triliun pada semester I/2026, dengan EBITDA Rp708,2 miliar dan laba bersih Rp201 miliar. 

Secara kuartalan, performa CNMA memperlihatkan pemulihan yang cukup tangguh. Pendapatan pada kuartal II/2026 melejit sekitar 40% menjadi Rp1,5 triliun dari posisi Rp1,1 triliun pada kuartal I/2026.

Ekspansi Tetap Berjalan

Di tengah langkah memacu volume penonton, Cinema XXI tetap menjalankan ekspansi secara terukur. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar di 55 kota serta 30 kabupaten di Indonesia.

Sepanjang semester I/2026, CNMA meresmikan dua lokasi baru, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, yang menambah tujuh layar baru. 

Meski demikian, Sucor Sekuritas menilai laju penambahan layar CNMA berpotensi sedikit melambat. Perseroan diprediksi menambah sekitar 20 layar pada 2026, sehingga akumulasi total layar mencapai kisaran 1.405 unit.

Di balik prospek pemulihan ini, Hansen Christian Seng bersama Sucor Sekuritas mempertahan rating BUY untuk saham CNMA. Target harga disesuaikan menjadi Rp122 per saham dari proyeksi semula, memperlihatkan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap ruang pertumbuhan.

Sucor memandang daya pikat CNMA juga ditopang oleh marjin yang relatif tahan banting, arus kas bebas yang kuat, serta potensi dividend yield sekitar 9%. 

Adapun risiko utamanya tetap bersumber dari performa film internasional yang meleset dari ekspektasi, ekspansi layar yang tertahan, serta pemulihan jumlah penonton yang belum sepenuhnya kembali ke level sebelum masa tekanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index