Margin Tertekan Kurs, Intip Prospek Saham KLBF Semester II/2026

Margin Tertekan Kurs, Intip Prospek Saham KLBF Semester II/2026
PT Kalbe Farma Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) masih sanggup menorehkan pertumbuhan penjualan yang solid pada semester I/2026, walau pelemahan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga bahan baku mulai mengikis margin perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan, KLBF membukukan penjualan bersih sebesar Rp19,47 triliun pada semester I/2026, naik 14,06% dari Rp17,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Kalbe menyusut dari Rp1,97 triliun pada periode 6 bulan 2025 menjadi Rp1,91 triliun pada periode semester I/2026.

Head External and Stakeholders Relation Kalbe Farma Hari Nugroho menyampaikan bahwa pertumbuhan top line tersebut masih didorong oleh permintaan konsumen yang tergolong kuat. Perseroan juga masih mencatatkan pertumbuhan berbasis volume.

Akan tetapi, pertumbuhan penjualan itu tidak sepenuhnya sejalan dengan penguatan tingkat profitabilitas. Margin KLBF mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS karena sebagian bahan baku perseroan masih dibeli menggunakan denominasi USD.

"Ada tekanan pada margin yang disebabkan oleh pelemahan rupiah terhadap Dolar AS, karena sebagian bahan baku kami masih dibeli dalam US$,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (1/9/2026).

Selain isu kurs, tekanan margin turut bersumber dari product mix serta kenaikan harga bahan baku. Demi meredam tekanan itu, Kalbe bakal menjaga biaya operasional lewat pengendalian dan pengoptimalan kegiatan operasional. Perseroan juga melakukan diversifikasi mata uang impor guna menekan risiko fluktuasi kurs.

Target Laba

Tekanan pada margin menjadikan proyeksi bottom line KLBF hingga penutupan 2026 kian menantang. Sebelum terjadinya dinamika geopolitik, perseroan membidik pertumbuhan penjualan dan laba di kisaran 8%-10%. 

Kendati begitu, perseroan kini menilai target pertumbuhan laba masih sukar diproyeksikan secara pasti lantaran adanya tekanan pada margin.

“Sebelum adanya kondisi geopolitik, kami menargetkan pertumbuhan top dan bottom line di kisaran 8%-10%. Namun setelah adanya perubahan kondisi tersebut, untuk bottom line masih cukup sulit untuk diproyeksikan karena terdapat tekanan terhadap margin,” tutur Hari.

Kendati demikian, kokohnya permintaan serta pertumbuhan volume menjadi salah satu pendorong kinerja KLBF hingga akhir tahun. Perseroan akan terus memanfaatkan tren tersebut untuk mempertahankan irama pertumbuhan.

Andalkan Produk Baru dan Inovasi

Di tengah himpitan biaya, Kalbe turut mengandalkan inovasi produk dan penguatan merek guna menopang pertumbuhan. Pada sektor Consumer Health, perseroan telah meluncurkan Zegavit Gummy pada tahun ini.

"Ke depan, fokus diarahkan pada rejuvenasi brand dan pengembangan produk dalam kategori preventif," jelasnya.

Sementara pada sektor nutritionals, KLBF bakal memperkuat produk kategori lifestyle dan ready to drink demi memacu pertumbuhan. Adapun divisi obat resep akan difokuskan pada inovasi obat-obatan biologis, pengembangan ekosistem onkologi, terapi sel, serta vaksin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index