JAKARTA - PT Phapros Tbk (PEHA), yang merupakan bagian dari Holding BUMN Farmasi dan Danantara Indonesia, menorehkan pertumbuhan positif pada laporan keuangan semester I 2026. Laba bersih Phapros selama periode Januari–Juni 2026 melesat 511,01 persen hingga menyentuh Rp 14,97 miliar, melampaui pencapaian periode serupa di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,45 miliar.
Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo menyampaikan bahwa melesatnya kinerja perseroan pada paruh pertama 2026 disokong oleh kenaikan penjualan, perbaikan margin laba kotor, serta efisiensi operasional pada proses manufaktur di pabrik.
Penguatan portofolio produk menjadi pendorong utama perbaikan margin laba kotor, sedangkan lonjakan kinerja secara keseluruhan adalah buah dari bermacam strategi yang diterapkan perusahaan.
“Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dua) digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Intan, Selasa (1/9/2026).
Langkah strategis tersebut mencakup pemantapan kondisi finansial yang sehat dan berkelanjutan lewat efisiensi beban yang terukur, peningkatan kepuasan konsumen, penguatan portofolio produk, pembaruan sistem dan proses bisnis, hingga pengoptimalan SDM serta budaya kerja perusahaan.
Melesatnya laba bersih Phapros juga ditopang pertumbuhan nilai penjualan sebesar 5,37 persen secara tahunan (year-on-year). Pada semester I 2026, nilai penjualan perseroan berada di angka Rp 482,85 miliar, meningkat dari posisi Rp 458,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan produk-produk bermargin tinggi menjadi penggerak utama kenaikan angka penjualan tersebut. Di saat yang sama, Phapros menerapkan langkah efisiensi dengan memangkas harga pokok penjualan (HPP) atau cost of goods sold (COGS).
Rasio HPP terhadap nilai penjualan per Juni 2026 tercatat sebesar 49 persen, melandai dari periode serupa di tahun lalu yang mencapai 52 persen.
Efisiensi ini menjadikan laju kenaikan penjualan sebesar 5,37 persen melampaui pertumbuhan HPP. Imbasnya, margin laba kotor Phapros terkerek naik menjadi 50,4 persen pada semester I 2026, dari 48 persen pada semester I 2025.
Phapros turut memperkuat postur arus kas perseroan. Per 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas perseroan berada di level Rp 162,47 miliar atau melesat 215,6 persen dibanding posisi 30 Juni 2025 yang senilai Rp 51,49 miliar.
Adapun total aset Phapros hingga 30 Juni 2026 merambat naik 4,66 persen menjadi Rp 1,45 triliun, jika dibandingkan posisi penutupan 2025 yang sebesar Rp 1,39 triliun.
Siapkan Produk Baru
Di samping memantapkan performa finansial, Phapros gencar mengembangkan varian produk sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis.
Saat ini perseroan tengah menyiapkan manufaktur produk anyar dalam format serbuk dari kategori obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini dirancang untuk meredakan nyeri dan peradangan pada gangguan kesehatan gigi (dental).
Kehadiran varian baru ini bakal memperkuat lini produk dental yang telah dikelola Phapros, seperti Pehacaine yang merupakan produk anestesi.
Saat ini, obat tersebut sedang berada dalam tahap persiapan produksi dan akan segera dipasarkan. Phapros menargetkan peluncuran produk baru ini dapat terlaksana pada kuartal IV 2026.
Langkah inovasi ini diharapkan sanggup menambah opsi produk bagi konsumen sekaligus membuka pundi-pundi pertumbuhan bisnis baru bagi perseroan.
“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan,” jelas Intan.
Perkuat Bisnis Ekspor
Di tengah pemantapan penetrasi pasar domestik, Phapros terus melebarkan jangkauan pasar ekspor. Perseroan memulakan operasional ekspor sejak 2014 dan hingga kini konsisten mengapalkan produk ke beragam negara.
Negara-negara yang menjadi tujuan pengiriman produk Phapros di antaranya Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini. Portofolio ekspor utama Phapros meliputi obat analgesik, obat anti tuberkulosis (anti-TB), multivitamin, obat pencegah mabuk perjalanan, hingga antibiotik.
Pada kuartal III dan kuartal IV 2026, Phapros merencanakan pengiriman pasokan ke beberapa negara tujuan, seperti Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja. Perseroan membidik perolehan nilai penjualan ekspor tersebut mencapai Rp 5 miliar.
“Ke depannya Perseroan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk,” tuturnya.