ARCI Meraup Laba Bersih Rp1,43 Triliun pada Semester I/2026

ARCI Meraup Laba Bersih Rp1,43 Triliun pada Semester I/2026
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) [FOTO: NET].

JAKARTA — Berada di ranah pertambangan serta pengolahan emas, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang semester I/2026.

Merujuk laporan keuangan perseroan, ARCI meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai US$322,29 juta (sekitar Rp5,76 triliun dengan estimasi kurs Rp17.857,14 per dolar AS) pada semester I/2026, melejit 67,42% dari periode sama tahun lalu senilai US$192,43 juta (Rp3,44 triliun).

Seiring terkereknya pendapatan, laba kotor ARCI terangkat 87,79% menjadi US$146,01 juta (Rp2,61 triliun) di semester I/2026, berbanding US$77,74 juta (Rp1,39 triliun) pada semester I/2025.

Capaian positif tersebut turut tercermin dari laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. 

ARCI mengantongi laba bersih US$80,25 juta (Rp1,43 triliun) pada semester I/2026, melonjak 132,80% dari US$34,47 juta (Rp615,58 miliar) pada kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya.

Atas pertumbuhan ini, margin laba kotor ARCI terdorong ke level sekitar 45,3% di semester I/2026, menanjak dari posisi sekitar 40,4% pada semester I/2025.

Menilik aspek neraca, jumlah ekuitas ARCI berada di posisi US$413,64 juta (Rp7,39 triliun) per 30 Juni 2026, naik dibanding US$362,93 juta (Rp6,48 triliun) pada akhir 2025.

Sementara itu, liabilitas jangka pendek perseroan tercatat US$165,54 juta (Rp2,96 triliun) per 30 Juni 2026, dari sebelumnya US$161,30 juta (Rp2,88 triliun) di akhir 2025. 

Kemudian, total liabilitas jangka panjang mencapai US$495,43 juta (Rp8,85 triliun) per 30 Juni 2026, landai dari US$502,53 juta (Rp8,97 triliun) pada akhir 2025.

Dengan angka tersebut, keseluruhan liabilitas ARCI menyentuh kisaran US$660,97 juta (Rp11,80 triliun) per 30 Juni 2026, yang mencakup kewajiban jangka pendek US$165,54 juta serta kewajiban jangka panjang US$495,43 juta. 

Di samping itu, total aset ARCI menembus US$1,07 miliar (Rp19,19 triliun) per 30 Juni 2026, mendaki dari posisi akhir 2025 sebesar US$1,03 miliar (Rp18,33 triliun).

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) membidik kenaikan produksi emas sedikitnya 15% pada 2026 pascamembukukan angka produksi 122.000 ons di sepanjang 2025. 

Target ini beriringan dengan langkah strategis perseroan menggenjot kapasitas pengolahan, memperluas pengembangan tambang bawah tanah, serta menguatkan aktivitas eksplorasi.

Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra menyampaikan bahwa perseroan bakal memulai tahap konstruksi guna meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun pada 2026.

“Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi emas serta mengoptimalkan nilai aset perseroan ke depannya,” ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Di samping ekspansi sarana pengolahan, ARCI turut meneruskan pengembangan tambang bawah tanah pada beberapa area konsesi sekaligus memperlebar kegiatan eksplorasi demi mendongkrak potensi sumber daya maupun cadangan emas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index