PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Baru Rp1,5 Triliun di Semester I/2026

PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Baru Rp1,5 Triliun di Semester I/2026
PT PP Presisi Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT PP Presisi Tbk. (PPRE) mencatatkan perolehan nilai kontrak baru senilai Rp1,5 triliun sepanjang Semester I/2026. Sebagian besar kontrak tersebut didominasi oleh lini bisnis jasa pertambangan dan konstruksi.

PPRE mengungkapkan sekitar 97% dari keseluruhan kontrak baru yang dikantongi hingga Juni 2026 berasal dari dua lini bisnis tersebut. Pencapaian ini mempertegas fokus perseroan dalam memperluas cakupan bisnis jasa pertambangan dan konstruksi.

Seiring peningkatan perolehan kontrak baru, PPRE membukukan pendapatan konsolidasian senilai Rp2,2 triliun hingga Juni 2026. 

Angka tersebut melesat 35% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,6 triliun. Pendorong terbesar pendapatan perseroan pun bersumber dari segmen pertambangan dan konstruksi dengan porsi 97,3%.

Direktur Utama PPRE Rizki Dianugrah mengutarakan bahwa kenaikan pendapatan ini mencerminkan aktivitas operasional perusahaan yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan pendapatan menunjukkan aktivitas operasional PPRE tetap terjaga. Penurunan rugi juga menjadi perkembangan positif dalam proses penguatan fundamental PPRE. Ke depan, kami fokus pada efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, serta peningkatan kualitas dan profitabilitas proyek,'” kata Rizki dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (20/8/2026).

Bidik Kemitraan Strategis

Di samping mengandalkan raihan kontrak baru, PPRE terus menjajaki potensi kerja sama strategis untuk memperlebar jangkauan bisnis, terutama pada sektor pertambangan. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah perseroan dalam memperkokoh kapabilitas serta portofolio proyek di bidang jasa pertambangan dan konstruksi.

PPRE turut memaksimalkan penggunaan aset serta memacu efisiensi operasional demi menopang pertumbuhan bisnis.

Dari aspek kinerja, pemulihan operasional turut ditunjukkan oleh pemangkasan nilai rugi tahun berjalan. Hingga Juni 2026, rugi tahun berjalan PPRE sanggup ditekan hingga 93,4% menjadi Rp88,6 miliar, jika dibandingkan rugi sebesar Rp1,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemulihan tersebut salah satunya terlihat dari penurunan beban penurunan nilai dari Rp656 miliar pada 2025 menjadi Rp57,9 miliar per Juni 2026. Di sisi lain, beban keuangan tercatat berada di angka Rp167,7 miliar, lebih landai dibandingkan Rp171,4 miliar pada periode serupa tahun lalu.

Vice President Corporate Secretary PPRE Mei Elsa Kembaren menyampaikan bahwa hasil pada Semester I/2026 merupakan bagian dari tahapan penguatan fundamental perusahaan.

“Capaian Semester I 2026 menjadi bagian dari proses penguatan PPRE menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kami akan terus menjaga tata kelola, disiplin pengelolaan keuangan, serta kualitas operasional Perseroan,” kata Mei.

Mendatang, ia menambahkan, PPRE akan konsisten memperkuat kapabilitas pada lini jasa pertambangan dan konstruksi, mengoptimalkan daya guna aset dan portofolio proyek, serta menggenjot efisiensi.

 Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam merealisasikan visi menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terdepan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index