HERO Cetak Laba Rp62,69 Miliar di Semester I/2026 Meski Laba Turun

HERO Cetak Laba Rp62,69 Miliar di Semester I/2026 Meski Laba Turun
PT DFI Retail Nusantara Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO) membukukan kenaikan pendapatan pada semester I/2026, tetapi pertumbuhan tersebut belum sanggup mengerek laba bersih perseroan.

Merujuk laporan keuangan, pendapatan bersih HERO naik 15,32% menjadi Rp2,71 triliun pada semester I/2026 dari posisi Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, laba tahun berjalan justru tergerus 16,60% menjadi Rp62,69 miliar dari semula Rp75,17 miliar.

Head of Corporate Communications and Affairs HERO Diky Risbianto menerangkan bahwa penurunan laba pada semester I/2026 tidak sepenuhnya menggambarkan pergeseran performa operasional.

Dia menyampaikan penyusutan laba tersebut dipengaruhi oleh dinamika beban operasional, biaya keuangan, serta hadirnya pendapatan atau keuntungan non-recurring pada periode sebelumnya.

“Dari sisi operasional, kami melihat perkembangan yang tetap positif, terutama pada bisnis Guardian,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/8/2026).

Menghadapi semester II/2026, HERO bakal bertumpu pada pertumbuhan penjualan sembari membenahi kualitas profitabilitas.

Guardian menjadi salah satu pilar utama lewat ekspansi jaringan, penguatan kategori health, beauty and wellness, peningkatan engagement pelanggan, serta pengembangan omnichannel. Hingga semester I/2026, total gerai DFI Nusantara telah menembus lebih dari 377 gerai, dengan Guardian menyumbang lebih dari 370 gerai.

Di samping ekspansi toko, Guardian turut memperluas kategori maupun layanan yang menyasar kebutuhan konsumen secara lebih spesifik. 

Salah satu langkahnya melalui peluncuran MTick®, simbol dan sertifikasi internasional untuk membantu konsumen mengidentifikasi produk yang ramah bagi perempuan dalam masa menopause. MTick® telah dihadirkan di lebih dari 50 gerai Guardian di Indonesia. Produk bersertifikasi tersebut ditempatkan pada area khusus di sejumlah gerai.

Head of Marketing Guardian Indonesia Malvin Tarigan menyampaikan bahwa inisiatif ini juga ditujukan untuk memperluas akses informasi sekaligus membantu pelanggan mengenali produk yang pas dengan kebutuhan pada fase menopause.

Dari sisi bisnis, strategi Guardian tetap berpatokan pada perluasan jangkauan pelanggan, penguatan kategori kesehatan, kecantikan dan wellness, serta peningkatan keterikatan pelanggan. Penambahan gerai akan dieksekusi secara selektif dengan mengalkulasi potensi lokasi dan permintaan pasar.

Sementara itu, IKEA Indonesia diarahkan untuk memacu produktivitas toko, memperkuat pengalaman pelanggan, memperluas produksi dalam negeri, menggenjot akses digital, serta memangkas biaya operasional.

Kendati belum mematok target angka untuk pendapatan dan laba sepanjang 2026, DFI Nusantara tetap optimistis terhadap prospek bisnis hingga akhir tahun. Perseroan menilai peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, ditopang performa Guardian yang relatif solid serta bermacam inisiatif pembenahan profitabilitas IKEA.

Meski demikian, dia menegaskan ekspansi tetap dilaksanakan secara selektif dengan mengedepankan disiplin biaya dan peningkatan produktivitas.

"Fokus kami adalah menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus memastikan pertumbuhan tersebut dapat dikonversi menjadi profitabilitas yang berkelanjutan melalui disiplin biaya dan peningkatan produktivitas operasional," terangnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index