Omnichannel Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Azko (ACES)

Omnichannel Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Azko (ACES)
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) terus memperkokoh strategi omnichannel sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan bisnis, dengan mengintegrasikan jaringan toko fisik dan kanal digital guna memperluas jangkauan pelanggan sekaligus mengoptimalkan ekspansi gerai.

Head of Corporate Communications & Sustainability ACES Melinda Pudjo mengutarakan bahwa perseroan tidak lagi memandang kanal digital dan toko fisik sebagai dua saluran yang berdiri sendiri. 

Emiten peritel dengan brand Azko tersebut menilai keduanya sebagai satu kesatuan ekosistem untuk menyajikan pengalaman berbelanja yang lebih fleksibel kepada pelanggan.

“Omnichannel menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan penjualan perusahaan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/8/2026).

Menurut dirinya, peluang pengembangan omnichannel masih terbuka lebar seiring dinamika perubahan perilaku konsumen yang menghendaki pengalaman belanja terintegrasi. ACES pun terus memperbarui fitur seperti Scan & Shop, Scan & Go, serta Buy Online Pick Up In Store (BOPIS).

Pemanfaatan data dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), turut menjadi bagian dari strategi untuk menyajikan rekomendasi produk yang lebih relevan serta mengoptimalkan personalisasi pengalaman pelanggan. 

ACES bahkan mengoperasikan dua studio live streaming di Azko Living Plaza Bintaro dan Azko Living World Alam Sutera guna memperkuat interaksi bersama konsumen lewat kanal digital.

“Omnichannel tidak hanya menjadi kanal transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang memperluas jangkauan dan mendukung pertumbuhan bisnis,” imbuhnya.

Penguatan omnichannel juga dimanfaatkan ACES untuk mendeduksi potensi pasar sebelum meresmikan gerai baru. Data transaksi beserta basis anggota dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai sebaran pelanggan, preferensi produk, hingga potensi permintaan di suatu daerah.

Menurut pandangannya, insight tersebut menjadi salah satu pertimbangan perseroan dalam menetapkan lokasi ekspansi, berbarengan dengan faktor lokasi, potensi pasar, serta prospek bisnis toko.

Strategi tersebut berjalan beriringan dengan perluasan jaringan. Pada semester I/2026, ACES telah membuka 10 toko AZKO dan 10 toko NEKA, sehingga jumlah gerai baru yang ditambahkan mencapai 20 toko. Ekspansi AZKO juga membawa perseroan merambah ke lima wilayah baru, yakni Berau, Pasuruan, Pekalongan, Timika, dan Kuningan.

Hingga akhir 2026, ACES masih membidik pembukaan sekitar 25-30 toko AZKO, terutama di kota tier 2 dan tier 3, serta 40-50 toko NEKA di berbagai kawasan Indonesia.

Penguatan omnichannel dan ekspansi jaringan terealisasi di tengah tren kinerja ACES yang mencatatkan pertumbuhan positif. Pada semester I/2026, penjualan bersih perseroan menyentuh Rp4,5 triliun, terangkat 6,3% secara tahunan.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan melesat 33,3% menjadi Rp390,3 miliar, sedangkan laba usaha terangkat 32,3% menuju Rp509,8 miliar.

Ditinjau dari sisi same store sales growth (SSSG), ACES membukukan pertumbuhan nasional sebesar 2,2% pada semester I/2026. 

Jakarta menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi sebesar 4,4%, disusul kawasan Jawa di luar Jakarta 3,0%, sementara wilayah luar Jawa tumbuh lebih terbatas sebesar 0,3%. Capaian tersebut masih berada dalam koridor target SSSG tahunan ACES di rentang 2% - 4%.

Guna menjaga konsistensi pertumbuhan hingga pengujung tahun, perseroan akan mengoptimalkan kategori produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, memperkuat program promosi, serta mengintegrasikan kanal online dan offline.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index