JAKARTA - PT Bumi Hijau Motor atau HAKA Auto memperluas jaringan penjualan serta layanan BYD pada semester II 2026. Langkah ekspansi ini membidik sejumlah wilayah di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi demi menangkap pertumbuhan pasar kendaraan listrik di luar kawasan Jabodetabek.
CEO HAKA Auto Hariyadi Kaimuddin menyampaikan bahwa penambahan jaringan merupakan salah satu strategi utama perusahaan guna menggejot penetrasi kendaraan listrik. HAKA Auto menginginkan agar pertumbuhan penjualan BYD tidak cuma berpusat di kota-kota besar.
"Untuk semester II 2026, fokus kami adalah memperkuat coverage di Jawa, Sulawesi, serta Kalimantan," kata Hariyadi , Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, keberadaan outlet di suatu daerah tidak sekadar memberikan kontribusi bagi penjualan. Dealer juga berperan sebagai sarana edukasi bagi konsumen, lokasi uji kendara (test drive), hingga penyedia layanan purnajual kendaraan listrik.
Oleh sebab itu, ekspansi jaringan HAKA Auto tidak hanya bertujuan menambah jumlah showroom, tetapi juga membangun ekosistem layanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Kami ingin memastikan pertumbuhan BYD tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga semakin dekat dengan konsumen di berbagai daerah," ujarnya.
Bidik Kota Tier 2 dan Tier 3
Hariyadi memaparkan HAKA Auto melihat potensi pertumbuhan yang terbilang besar di kota tier 2 dan tier 3. Hal ini tecermin dari dinamika penjualan di wilayah Central dan East yang mulai menunjukkan respons positif.
Saat ini, area operasional HAKA Auto terbagi menjadi tiga wilayah. Wilayah West meliputi Jabodetabek dan Jawa Barat, Central mencakup Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara East meliputi Kalimantan serta Sulawesi.
Pengembangan jaringan ini turut mempertimbangkan kebutuhan konsumen pada masing-masing wilayah. Dari sisi lini produk, BYD Atto 1 masih menjadi salah satu penopang penjualan terbesar, sedangkan BYD M6 memperoleh sambutan positif sebagai mobil keluarga.
HAKA Auto juga menilai BYD M6 DM berpotensi memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di daerah yang infrastruktur pengisian dayanya belum sekokoh kota-kota besar.
"Ketika outlet hadir secara langsung di sebuah kota, dampaknya bukan hanya terhadap penjualan. Masyarakat menjadi lebih mudah melakukan test drive, mendapatkan informasi mengenai kendaraan listrik, memperoleh layanan purnajual, dan pada akhirnya semakin percaya diri untuk beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik," jelas Hariyadi.
Kendati demikian, HAKA Auto belum membeberkan perincian jumlah outlet baru yang bakal ditambah hingga akhir 2026. Perusahaan memilih menempuh ekspansi secara bertahap dengan memperhitungkan potensi pasar serta kesiapan ekosistem kendaraan listrik di tiap-tiap daerah.
"Kami ingin ekspansi dilakukan secara sehat dan berkelanjutan, bukan hanya mengejar jumlah outlet," tegasnya.
Edukasi dan Purnajual Jadi Kunci
Di samping memperluas jaringan, HAKA Auto menilai edukasi pasar merupakan faktor krusial guna mendorong penjualan kendaraan listrik di luar Jabodetabek.
Menurut Hariyadi, konsumen perlu merasakan pengalaman langsung mengenai efisiensi, kenyamanan, teknologi, sampai biaya operasional kendaraan listrik sebelum memutuskan untuk membeli.
Penguatan layanan purnajual turut menjadi fokus utama. Bagi konsumen di luar Jabodetabek, kepastian jaminan layanan setelah pembelian menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum beralih ke kendaraan listrik.
Di tingkat nasional, langkah ekspansi HAKA Auto bergulir saat penjualan BYD menunjukkan tren penguatan. Merujuk data wholesales Gaikindo, penjualan BYD pada Juli 2026 menembus 6.569 unit, atau melonjak 48,3% secara bulanan.
Capaian tersebut mengantarkan BYD menempati posisi ketiga sebagai merek dengan penjualan terbesar pada Juli 2026.
HAKA Auto menilai kombinasi produk yang makin lengkap, perluasan jaringan, edukasi pasar, serta penguatan layanan purnajual akan menjadi fondasi utama pertumbuhan perusahaan pada semester II 2026.