DFI Retail (HERO) Optimistis Tatap Semester II-2026

DFI Retail (HERO) Optimistis Tatap Semester II-2026
PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) [FOTO: NET].

JAKARTA - Pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menilai prospek bisnis pada semester kedua tetap positif, kendati dibayangi pelemahan daya beli masyarakat.

Presiden Direktur DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan bahwa perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan, khususnya pada sektor Health & Beauty, di mana kebutuhan konsumen tergolong lebih fleksibel dan tahan krisis. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Guardian konsisten memperkuat integrasi antara jaringan toko fisik dan saluran digital.

“Kami tetap optimistis terhadap prospek semester kedua, meskipun kami menyadari bahwa konsumen saat ini semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja,” ungkap Hadrianus, kepada Kontan.co.id, pada Jumat (13/8/2026) lalu.

Sementara di sektor home furnishings, perusahaan mengaku mengambil langkah lebih hati-hati lantaran pemulihan permintaan masih memerlukan waktu. 

Oleh sebab itu, fokus HERO untuk lini ini dibagi ke dalam sejumlah aspek, seperti peningkatan produktivitas toko, penguatan proposisi produk dan layanan, optimalisasi persediaan, hingga efisiensi biaya secara berkelanjutan.

Berbekal strategi tersebut, manajemen terus berupaya mencapai target pertumbuhan tahun ini. Di samping itu, perusahaan bakal terus memantau dinamika konsumsi dan siap melakukan penyesuaian secara responsif bilamana kondisi pasar berubah.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan bersih HERO tercatat melonjak 15,32% menjadi Rp 2,71 triliun pada semester I-2026, jika dibandingkan posisi Rp 2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut belum berimbas pada bottom line. Laba tahun berjalan HERO terkoreksi 16,60% menjadi Rp 62,69 miliar, dari sebelumnya Rp 75,17 miliar pada semester I-2025.

Menurut Hadrianus, realisasi kinerja pada paruh pertama ini menjadi fondasi evaluasi bagi pencapaian perusahaan di sisa tahun berjalan. Walau begitu, secara umum laju bisnis HERO di sepanjang semester I-2026 dinilai masih selaras dengan rencana perusahaan.

“Secara prinsip, kami masih melihat kinerja berada dalam arah yang sesuai dengan rencana perusahaan, dengan tetap memperhatikan dinamika daya beli dan kondisi pasar ritel,” tuturnya.

Bukan hanya berfokus pada jaringan offline, perusahaan juga giat mendorong pengembangan saluran online. Langkah ini sejalan dengan capain penjualan online yang berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan pada tahun lalu.

Di jaringan Guardian, sebut Hadrianus, omzet penjualan online melesat hingga 85,7% secara tahunan (year-on-year) pada tahun lalu. Lonjakan ini didorong oleh hadirnya official store Guardian di berbagai marketplace serta optimalisasi platform digital internal.

“Karena itu, pada semester kedua kami akan terus memperkuat aplikasi, marketplace, e-commerce dan social commerce. Tujuannya bukan menggantikan toko fisik, melainkan membuat toko fisik dan kanal digital saling melengkapi,” ungkapnya.

Kendati demikian, keberadaan toko fisik masih memegang peran krusial sebab konsumen tetap memerlukan pengalaman berbelanja langsung, layanan, hingga konsultasi, terkhusus pada kategori produk kesehatan dan kecantikan. Sementara itu, saluran digital hadir memberikan kemudahan akses, fleksibilitas, dan cakupan pasar yang lebih luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index