Dukung EBT, Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel

Dukung EBT, Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel
PT Barata Indonesia (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Barata Indonesia (Persero) memasok reaktor biodiesel B100 ke Kalimantan Selatan yang dipesan oleh PT Paripurna Swakarsa guna memperkuat energi baru terbarukan (EBT) nasional.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan dan penyediaan produk manufaktur yang mendukung energi terbarukan," kata Direktur PT Barata Indonesia (Persero) Hertyoso Nursasongko di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).

Reaktor biodiesel B100 merupakan komponen alat pendukung dalam alur pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menjadi bahan bakar biodiesel lewat tahapan esterifikasi dan transesterifikasi.

Hertyoso menjelaskan bahwa reaktor buatan Barata Indonesia dirancang khusus untuk memenuhi standar kebutuhan manufaktur biodiesel skala industri.

Ditinjau dalam kondisi full load, instalasi reaktor B100 yang digarap oleh Barata Indonesia mencakup enam reaktor berkapasitas 500 liter per unit, sehingga mampu menghasilkan total 3.000 liter setiap durasi enam jam.

Tingkat kapasitas ini, menurutnya, membuktikan kecakapan manufaktur Barata Indonesia dalam mencetak peralatan pemrosesan guna menyokong sektor industri energi berbasis bahan baku nabati.

Inisiatif pengembangan serta pemanfaatan biodiesel merupakan salah satu langkah nyata untuk menggenjot diversifikasi energi sekaligus menekan ketergantungan terhadap energi fosil.

Berdasarkan acuan data pengembangan produk, penggunaan biodiesel memiliki potensi menekan emisi hingga 48 persen lebih rendah dibanding bahan bakar fosil, sehingga dapat mempercepat pemulihan lingkungan di sektor energi.

Pengiriman reaktor B100 ini sekaligus memperlihatkan kemampuan industri manufaktur dalam negeri yang siap diandalkan untuk memasok kebutuhan unit peralatan di sektor energi terbarukan.

“Kami ingin memastikan kapabilitas industri dalam negeri dapat mengambil peran nyata dalam menyediakan solusi teknologi yang dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Hertyoso.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index