Indosat Siapkan Rp255 Miliar Lunasi Pokok Obligasi dan Sukuk

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Lunasi Pokok Obligasi dan Sukuk
PT Indosat Tbk (ISAT) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) mengonfirmasi telah mengalokasikan dana khusus guna melunasi kewajiban surat utang senilai total Rp255 miliar yang memasuki tenggat jatuh tempo pada awal September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan Indosat Reski Damayanti menjelaskan bahwa perseroan menyediakan dana pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri E sejumlah Rp201 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016 Seri D senilai Rp54 miliar.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa PT Indosat Tbk telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi ... dan Sukuk Ijarah ... pada tanggal 2 September 2026," tulis Reski, Rabu (12/8/2026).

Sementara itu, merujuk laporan Info Memo Indosat Semester I/2026, ISAT berhasil membukukan total pendapatan hingga Rp30,65 triliun, atau melonjak 13,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian positif ini sanggup diraih emiten di tengah penyusutan total basis pelanggan seluler yang berkurang sekitar 2 juta pengguna secara tahunan.

Pada rentang waktu tersebut, total pelanggan Indosat tercatat di angka 93,4 juta pengguna pada semester I/2026, menyusut dibandingkan posisi semester I/2025 yang sempat menembus 95,4 juta pengguna. 

Penurunan angka ini dipicu oleh segmen prabayar (prepaid) yang menyusut dari 93,7 juta menjadi 91,3 juta pelanggan. 

Sebaliknya, segmen pascabayar (postpaid) justru berhasil mengemas pertumbuhan dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta pengguna pada periode serupa.

Meski kuantitas basis pelanggan secara keseluruhan tergerus, kualitas pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) Indosat justru menorehkan lonjakan signifikan. 

ARPU gabungan (blended) melonjak menjadi Rp46.000 pada semester I/2026, terkerek dari posisi semester I/2025 yang sebesar Rp39.000.

Peningkatan ARPU tersebut ditopang oleh pertumbuhan ARPU prabayar dari Rp38.000 menjadi Rp44.000, serta ARPU pascabayar yang merangkak dari Rp95.000 menjadi Rp98.000. Tren positif ini mencerminkan tingginya efektivitas konsumsi data serta daya monetisasi dari para pengguna.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, lalu lintas data (data traffic) Indosat melonjak pesat 19,9% YoY mencapai 9.892 petabyte (PB), melampaui raihan 8.249 PB pada semester I/2025. Perkembangan trafik data ini tampil sebagai motor utama penggerak omzet dari sektor seluler (cellular).

Lini bisnis seluler berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp25,52 triliun pada semester I/2026, naik 12,2% YoY ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22,74 triliun. 

Selain seluler, lini Multimedia, Data Communication, and Internet (MIDI) turut mencatatkan kenaikan impresif sebesar 18,5% YoY menjadi Rp4,69 triliun, dari sebelumnya Rp3,96 triliun pada semester I/2025. Segmen Fixed Telecom juga ikut berkontribusi memberikan pertumbuhan 8,4% YoY menjadi Rp431,9 miliar.

Secara triwulanan, pendapatan Indosat pada kuartal II/2026 tercatat mengemas Rp15,43 triliun, atau naik tipis 1,4% jika dibandingkan dengan kuartal I/2026 yang sebesar Rp15,22 triliun. 

Kenaikan secara kuartalan ini utamanya disokong oleh segmen MIDI yang tumbuh 3,6% secara quarter-on-quarter (QoQ) menjadi Rp2,38 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index