Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026
Seorang petugas melayani pengisian bahan bakar [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwasanya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami penyesuaian kenaikan hingga penghujung tahun 2026, kendati beberapa parameter penentu harga seperti pergerakan minyak dunia dan kurs rupiah atas dolar AS terus mengalami fluktuasi.

Kepastian tersebut sejalan dengan direktif Pemerintah yang sebelumnya telah menetapkan bahwa tarif BBM subsidi ditahan agar tidak naik sampai akhir tahun ini. 

Langkah kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga energi sekaligus menopang daya beli masyarakat.

VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan bahwa pihak perseroan bakal senantiasa patuh pada regulasi Pemerintah dalam hal penetapan patokan harga BBM. 

Adanya dinamika fluktuasi pada sejumlah variabel pembentuk harga tidak mengubah ketetapan harga bagi BBM subsidi hingga akhir tahun 2026.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (13/9/2026).

Sementara itu, untuk kisaran harga BBM Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM non-subsidi akan tetap mengacu pada formula perhitungan yang telah digariskan oleh Pemerintah. 

Penentuan tarif dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan dan formula baku yang berlaku.

Pihak Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan penetapan harga maupun proses distribusi BBM. 

Manajemen perseroan turut menjamin bahwa pemenuhan pasokan energi bagi masyarakat dapat terlayani dengan optimal.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menjamin bahwasanya tarif BBM subsidi tidak akan dikerek walaupun harga minyak mentah di pasar internasional melonjak tinggi.

Adapun lonjakan harga minyak mentah dunia sempat menembus angka di atas US$100 per barel. Fenomena ini berakar dari eskalasi konflik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Bahlil pun mengutarakan bahwa dirinya terus berkoordinasi secara intensif bersama Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dinamika pasokan minyak global.

 Kendati level harga minyak melonjak tinggi, Bahlil menegaskan tidak akan ada langkah menaikkan tarif BBM subsidi.

"Khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu, tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," tutur Bahlil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index