JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menegaskan pabrik pemrosesan nikel high-pressure acid leach (HPAL) di Morowali (Indonesia Growth Project/IGP Morowali) serta Pomalaa bakal mulai beroperasi selaras dengan target, yakni pada akhir tahun 2026.
"Untuk Morowali dan Pomalaa, sekali lagi sesuai target, insya Allah dalam waktu dekat, kedua pabrik tersebut akan mulai beroperasi," kata Direktur dan Kepala Proyek PT Vale Indonesia Muhammad Asril dalam paparan publik (public expose) secara daring di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Lebih lanjut, Asril menyampaikan bahwasanya perkembangan proyek smelter HPAL di kawasan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah tersebut telah memperlihatkan capaian yang cukup signifikan.
Ia menjelaskan, baru-baru ini IGP Morowali telah menyambut kedatangan dua unit autoclave yang berfungsi sebagai reaktor utama dalam fasilitas pengolahan HPAL.
Proses perakitan autoclave menjadi tonggak penting dalam fase pembangunan fisik smelter pada proyek yang menelan nilai investasi hingga 2 miliar dolar AS itu.
"Untuk HPAL-nya, dua autoclave yang sudah tiba, autoclave terakhir, untuk kapasitas (produksi) 60 ribu ton (nikel dalam mixed hydroxide precipitate/MHP) itu akan tiba di bulan akhir bulan ini atau awal bulan Oktober," ujar Asril.
Sementara itu, ia menuturkan bahwa laju pengerjaan proyek IGP Pomalaa yang berlokasi di Sulawesi Tenggara juga menampilkan tren kemajuan yang positif.
"Untuk di Pomala sendiri lebih advance, itu progresnya lebih jauh sekarang, sementara dalam tahap commissioning untuk HPAL-nya, di pertambangan sendiri sudah operasi, siap untuk supply ore limonate ke pabrik," kata Asril.
Ia menambahkan bahwa pabrik HPAL di Pomalaa yang berada dalam kawasan industri PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) ini dirancang mengusung kapasitas produksi hingga 120 ribu ton nikel per tahun dalam bentuk MHP.
"Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan mulai bidik, dan kami akan tes pabrik dengan kapasitas 120 ribu ton MHP di Pomalaa," ujarnya.
Di sisi lain, ia juga memaparkan bahwa rekam jejak perkembangan dari IGP Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan terbilang berjalan amat baik.
"Sedangkan Sorowako sama, jadi untuk mining-nya sendiri progresnya sudah cukup baik, limonate-nya sudah kita stockpiling," kata Asril.