Menaker Targetkan Talent & Innovation Hub Ciptakan Lapangan Kerja

Menaker Targetkan Talent & Innovation Hub Ciptakan Lapangan Kerja
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mematok target agar peserta Talent & Innovation Hub (TIH) Kemnaker tak sekadar mandek pada kecakapan mencetuskan gagasan atau menawarkan jalan keluar, melainkan sanggup mendirikan dan mengelola unit usaha yang menyediakan lapangan kerja.

“Buktikan bahwa ide yang baik dapat menjadi solusi. Buktikan bahwa kreativitas dapat menghasilkan peluang,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Menurut pandangan Yassierli, TIH mestinya menjadi ajang menimba ilmu buat talenta muda demi menemukan celah, mematangkan ide, menguji kelaikan, hingga merealisasikannya menjadi hasil karya yang bernilai serta berdampak konkret.

Lantaran hal itu, tambahnya, para peserta tak perlu mematok diri secara kaku pada gagasan awal seandainya setelah ditakar ternyata dinilai belum layak.

“Ide awal itu bukan harga mati. Anda enggak usah mati-matian memperjuangkan kalau memang tidak layak. Challenge idenya, improve, monetize,” ujar dia.

Lebih lanjut ia mengutarakan, pematangan inovasi dapat dieksekusi dengan memperluas jangkauan ekosistem, mengarahkan pemecahan masalah ke sektor hulu maupun hilir, memperbesar cakupan, hingga menerpakan gagasan pada sasaran yang lain.

Menurutnya, hal paling esensial adalah kecakapan membaca celah dan melahirkan solusi yang menyimpan nilai ekonomi.

Di samping itu, Yassierli turut mengingatkan bahwasanya peluang bisnis mesti diselaraskan dengan minat serta keahlian. 

Ia membagikan rekam jejaknya sewaktu menjajal beragam lini usaha, mulai dari rumah makan, kafe, hingga peternakan domba.

Ia menganggap, bidang bisnis yang paling sukses untuknya adalah jasa konsultasi lantaran sejalan dengan minat beserta kompetensi yang ia punyai.

“Kesuksesan itu ketika opportunity atau peluang itu ada, passion Anda punya, dan Anda memang punya skill,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau peserta memetakan minat dan keahlian masing-masing supaya pembinaan ide dapat difokuskan secara lebih terarah.

Ia pun menaruh harapan agar proses ini pada akhirnya tidak sebatas mencetak konsultan atau pemecah hambatan, melainkan talenta yang sanggup meraih peluang dan memimpin perusahaan sendiri.

Sementara itu, para peserta TIH menjalani tahapan program yang disediakan, mulai dari Initiation & Formation, Project Management, Pitching Product Use Case, Customer Validation, hingga Field Work.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index