Menhut: Operasi Darat Jadi Andalan Tangani Karhutla Gambut

Menhut: Operasi Darat Jadi Andalan Tangani Karhutla Gambut
kebakaran lahan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pemerintah menitikberatkan pada operasi darat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada area tanah gambut seperti di Kalimantan Barat.

Menhut dalam penjelasan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan bahwa pergerakan di darat dianggap lebih berdaya guna guna mengatasi kobaran api di area terdampak ketimbang sebatas mengandalkan penanganan udara.

“Pasukan darat, ini andalan kami, sambil menunggu operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan, ketika nanti musim hujan datang,” kata Raja Antoni.

Ia menyampaikan ada peluang kemunculan awan hujan di Kalimantan Barat pada 4-8 September yang bakal dioptimalkan untuk pelaksanaan OMC.

Ia mempertegas bahwasanya tiap potensi awan yang dapat disemai akan difungsikan, termasuk pada area yang belum terpapar karhutla demi menunjang pembasahan serta menjaga elevasi permukaan air tanah.

Secara khusus di wilayah Kalimantan Barat, ia turut menginstruksikan pemetaan pengerahan anggota serta sarana pendukung secara lebih rinci berpatokan pada sebaran titik panas (hotspot) serta keperluan tiap-tiap daerah.

Menhut Raja Antoni memberi contoh kawasan Ketapang dan Kubu Raya yang mesti dipetakan berdasar total hotspot dan alokasi personel, sehingga petugas maupun peralatan dapat dialihkan menuju lokasi yang memerlukan bantuan.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengutarakan bahwasanya penanggulangan karhutla di Kalimantan Barat terus berjalan lewat gabungan operasi darat serta udara.

Berdasarkan data penanganan, dari taksiran 802,17 hektare area yang terbakar, Satgas Darat telah sukses memadamkan 429,90 hektare.

“Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai,” ujar Suharyanto.

Menurutnya, karakter lahan gambut menjadi salah satu hambatan tersendiri dalam upaya pemadaman karhutla.

Tindakan water bombing melalui udara, sambungnya, dinilai tidak senantiasa efektif mengatasi kebakaran di tanah gambut, sehingga pengerahan pasukan darat tetap dijadikan tumpuan utama pada penanganan di lokasi kejadian.

“Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index