JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), via Telkomsel Enterprise, resmi bergabung ke dalam Snowflake Marketplace demi menggenjot pertumbuhan lini bisnis solusi data atau Big Data Telco Insight. Perseroan membidik ribuan korporasi yang sudah menjadi bagian dari ekosistem Snowflake.
Layanan yang menyasar sektor pemerintah, korporasi, sampai UMKM ini konsisten mengalami kenaikan pemintaan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan di atas 20% year on year pada tahun 2026.
Vice President of Data Solutions and Digital Financial Services Telkomsel Enterprise Jockie Heruseon menjelaskan bahwa perseroan mengantongi data yang teramat krusial serta sangat dicari oleh industri.
Korporasi memang menguasai data internal, namun mereka minim data pembanding sehingga tidak menyadari hal-hal yang belum mereka ketahui.
Melalui integrasi di Snowflake Marketplace, Jockie melihat peluang ekspansi yang amat luas bagi bisnis solusi data. Pasalnya, pemahaman pasar terhadap solusi Telkomsel semakin matang.
“Jadi ini merupakan cara kami untuk membuat tahu. Kami membuka akses kepada partner-partner di belakang Snowflake yang ketika dia eksplore, dia akan terpapar solusi Telkomsel,” kata Jockie di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Sebagai catatan, Snowflake mencatatkan basis lebih dari 13.600 pelanggan secara global, dengan tren yang terus bertambah di wilayah Asia Tenggara.
Telkomsel menghadirkan Telkomsel Big Data Telco Insight ke platform Snowflake Marketplace, yang memungkinkan belasan ribu basis pelanggan Snowflake memanfaatkan solusi milik Telkomsel tersebut.
Telkomsel Big Data Telco Insight merupakan layanan analitik data yang memproses sinyal jaringan skala masif menjadi informasi kependudukan yang teragregasi.
Lewat daya jangkau jaringan yang melampaui 98% populasi, solusi ini menyajikan analisis berbasis wilayah terkait tren mobilitas penduduk, struktur demografi, aktivitas digital, hingga dinamika pasar.
Dengan begitu, organisasi dapat memperoleh pemahaman komprehensif atas pergeseran pasar maupun wilayah tanpa memapar data pribadi atau identitas khusus milik pelanggan.
Jockie menambahkan bahwa layanan ini ditujukan untuk seluruh sektor, tak terkecuali instansi pemerintah dan industri keuangan.
Pada sektor perbankan, solusi ini sanggup menyuplai data pendukung untuk penilaian kredit (credit scoring). Pihak bank dapat memetakan profil dan tingkat kemampuan calon debitur yang berada di pelosok daerah lewat Telkomsel Big Data Telco.
“Mobilisasi wisatawan di perbatasan misalnya. Itu cukup potensial. Untuk proyeksi pertumbuhan dari solusi data ini kami perkirakan lebih dari 20% hingga akhir tahun,” kata Jockie.
Menurut data yang dihimpun, potensi nilai pasar dari bisnis solusi data menembus angka lebih dari Rp1 triliun. Saat ini Telkomsel baru menguasai sekitar 30%-40% dari total pangsa pasar tersebut, yang menandakan ruang ekspansi Telkomsel masih sangat terbuka lebar.
Managing Director ASEAN Snowflake Satchit Joglekar menyatakan bahwa kolaborasi ini turut mendorong Snowflake dalam mengakselerasi performa bisnis para mitranya, baik di skala nasional maupun internasional.
“ Tidak ada perusahaan di global dan di Indonesia yang dapat memaksimalkan data hanya dengan data yang mereka miliki,” kata Satchit.
Menurut Satchit, sebuah perusahaan baru bisa melesat apabila sanggup memanfaatkan data pihak luar demi merumuskan keputusan secara menyeluruh dan terukur. Kemitraan ini memegang peranan krusial bagi Snowflake dalam memperkuat ekosistem sekaligus menjembatani entitas bisnis di Indonesia dengan portofolio data Telkomsel.
“Telkomsel adalah perusahaan terbesar dengan data besar yang dapat mereka berikan,” kata Satchit.
Melalui Snowflake Marketplace, berbagai organisasi pengguna Snowflake dapat menemukan serta mengakses Big Data Telco Insight secara aman di dalam lingkungan pengelolaan data yang telah mereka pakai, lalu menganalisisnya berbarengan dengan data operasional internal.
Hal ini memangkas durasi dan kerumitan dalam penelusuran, pemindahan, maupun integrasi data eksternal, sehingga entitas bisnis dapat lebih tangkas memanfaatkannya untuk kebutuhan pelaporan, analitik tingkat lanjut, hingga pemanfaatan AI.
Layanan ini dirancang untuk lintas sektor, mulai dari ritel, properti, jasa keuangan, fast-moving consumer goods (FMCG), pariwisata, hingga sektor publik. Melalui pengayaan data internal dengan perspektif jaringan yang lebih luas, Big Data Telco Insight membantu entitas bisnis mengukur permintaan pasar, merencanakan investasi infrastruktur, hingga memetakan peluang penetrasi pasar baru.
Seluruh data analisis dipastikan telah dianonimkan dan diagregasi mengikuti kerangka tata kelola data Telkomsel, sehingga tidak memuat informasi pelanggan secara individual maupun indikator yang sanggup mengidentifikasi pelanggan tertentu.