JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia dan Rusia mempunyai ikatan sejarah yang panjang.
"Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari lima dasarwarsa," kata Prabowo dalam jamuan santap siang dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).
Kepala Negara RI menuturkan, bagi Indonesia, Rusia merupakan mitra yang sangat penting. Oleh karena itu, ia mengaku bangga dan senang lantaran hubungan kerja sama kedua negara meningkat menjadi kemitraan strategis sejak tahun lalu.
Ia juga merasa terhormat dapat hadir sebagai tamu kehormatan dalam Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11.
"Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan ini. Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting," ucapnya.
Indonesia, lanjut Prabowo, terus berupaya menguatkan kerja sama di berbagai lini guna mencapai keuntungan bersama.
Satu nada, Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra paling kunci bagi Rusia di wilayah Asia Pasifik. Keduanya terhubung oleh ikatan persahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun.
Aktivitas perdagangan antara kedua negara pun terus bertumbuh. Pada tahun lalu, volume perdagangan tercatat melonjak sekitar 12 persen.
Beriringan dengan hal itu, Komisi bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi perdagangan serta kerja sama teknis terus beroperasi.
"Kami memerhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi khususnya energi nuklir. Kita telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas antara Republik Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia," tandas Putin.