JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata beberapa peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir sampai Kamis (3/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Peristiwa karhutla dilaporkan melanda sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara.
"Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, berhati-hati dalam mengelola sampah agar tidak memicu kebakaran," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan pers, Kamis (3/9/2026).
Berton mengimbau warga untuk secepatnya melapor kepada pihak BPBD setempat jika mendapati adanya titik api di lingkungan sekitar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah yang berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla," ucap dia.
Di samping ancaman karhutla, warga yang bermukim di wilayah rawan gempa bumi serta cuaca ekstrem disarankan untuk memahami rute evakuasi.
"Perkuat struktur bangunan tempat tinggal, serta mengikuti arahan resmi dari BPBD dan BMKG guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material," kata Berton.
Berton menjelaskan, upaya penanggulangan di sejumlah daerah masih berjalan dan mayoritas titik kebakaran sudah berhasil dipadamkan.
Salah satu lokasi kebakaran dengan area paling luas terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang membakar lahan seluas kurang lebih 17,49 hektar.
"Penyebab masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material tercatat sekitar 17,49 hektar lahan terbakar dan masih dalam pendataan petugas," imbuh dia.
Sementara itu, insiden kebakaran di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, hingga Rabu (2/9/2026), masih dalam tahap pemadaman.
Tim petugas menemui hambatan berupa kondisi lahan gambut serta keterbatasan akses menuju titik api.
"Kejadian ini nihil korban jiwa dengan kerugian material berupa lahan terdampak seluas kurang lebih enam hektar," ujar dia.
BNPB mengharapkan keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu mencegah hadirnya titik api baru serta menekan risiko kebakaran yang lebih luas.