Menhut Ungkap 5 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Karhutla

Menhut Ungkap 5 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Karhutla
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membeberkan lima strategi utama yang ditempuh pemerintah guna menanggulangi kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Langkah perdana yaitu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dinilai masih menjadi metode paling ampuh memadamkan karhutla.

"Saya belajar dari buku-buku teks, dari laporan-laporan yang ada yang paling efektif untuk melakukan pemadaman karhutla itu adalah OMC, Operasi Modifikasi Cuaca," kata Raja di Kantor Kemenhut, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dalam upaya pemadaman karhutla tahun ini, ia berkolaborasi dengan Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani untuk mempraktikkan OMC di enam provinsi yang memiliki potensi awan hujan. 

Keenam wilayah tersebut mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Menurut penjelasannya, OMC terus digencarkan di wilayah yang berpotensi memiliki awan hujan, termasuk di kawasan sekitarnya yang belum terpapar karhutla.

"Supaya apa? Supaya tetap ada pelembapan, tetap menjaga tinggi muka air tanah sehingga mengurangi potensi akan terjadinya kebakaran hutan," ujar Raja Juli.

Kedua, pihak pemerintah melangsungkan pemadaman lewat jalur udara menggunakan metode water bombing.

"Sekarang pemerintah sudah mengerahkan 53 satgas udara baik itu untuk melakukan patroli maupun melakukan OMC serta untuk melakukan water bombing," kata Raja.

Ia menjamin segenap armada dan kekuatan bakal dikerahkan secara optimal guna menangani karhutla, termasuk menerima bantuan dari negara sahabat.

"Dan saya membaca dari media dari Pak Menhan akan ada bantuan dari Jepang dan akan ada pesawat sewa yang akan datang juga dari Rusia yang akan masuk ke Sumsel minggu-minggu ini. Ini disewa oleh BNPB," ujar Raja Juli.

Metode ketiga yakni menerjunkan personel pemadaman darat yang tak kalah krusial dalam menaklukkan kobaran api. 

Ia memaparkan, sinergi jajaran TNI Polri, BNPB, Damkar, TNI, serta Manggala Agni Kemenhut turut menjadi benteng utama di darat saat OMC tidak memungkinkan untuk digelar.

"Bahkan kemarin temuan di Sumsel evaluasi satu hari, satgas darat ini jauh lebih efektif memadamkan api ketimbang water bombing," tutur Raja Juli.

Ia meneruskan, langkah keempat yakni tindakan penegakan hukum, yang mana pemerintah juga bergerak melacak dan menindak tegas oknum pemicu karhutla.

Hingga kini sebanyak 89 tersangka telah ditangani oleh Kepolisian Republik Indonesia, baik di tingkat Mabes Polri maupun jajaran Polda.

"Di kami juga sudah ada 30 kasus gugatan pidana yang sedang diproses di Gakkum. Ada 52 pemegang apa namanya PBPH yang juga sudah diberikan peringatan, pengawasan secara intensif dan enam di antaranya sudah diberikan sanksi berat," kata Raja Juli.

Sementara itu, langkah kelima yang terbilang krusial yakni menyangkut tingkat kesadaran masyarakat.

Menurut Raja, empat pilar langkah yang disampaikannya wajib diimbangi dengan kesadaran penuh dari publik.

 Ia mengimbau warga agar aktif mencegah potensi timbulnya karhutla, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan di tepi jalan.

"Saya kemarin baru berapa hari minggu lalu dari Berau, banyak sekali di pinggir jalan terjadi kebakaran, sampai sekitar satu hektar atau dua hektar dan itu kemungkinan besar menurut temuan teman-teman di Gakkum dan polisi yaitu mungkin dari puntung rokok," kata Raja Juli.

Di samping itu, warga turut diimbau agar waspada apabila hendak membakar obat nyamuk tatkala sedang memancing ikan di bantaran sungai lantaran cuaca saat ini amat kering akibat terpaan fenomena El Nino.

Bukan cuma itu, ia melarang keras masyarakat melakukan pembakaran lahan demi kepentingan membuka area lahan baru di tengah iklim ekstrim saat ini.

"Yang lebih lagi yang lebih nakal lagi tentu adalah yang memanfaatkan kekeringan ini untuk membersihkan ladang mereka, membersihkan kebun mereka, land clearing. Baik tadi saya katakan smallholder petani kecil maupun yang besar-besar. Inilah yang menjadi tantangan kami," ujar Raja Juli.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index