Pengabdi Setan 3: Origin Diawali dari Wabah Menari Strasbourg 1518

Pengabdi Setan 3: Origin Diawali dari Wabah Menari Strasbourg 1518
Poster sementara film Pengabdi Setan [FOTO: NET].

JAKARTA - Rincian dari Pengabdi Setan 3: Origin secara perlahan mulai terkuak satu demi satu. Dikerjakan dan disutradarai langsung oleh Joko Anwar, Pengabdi Setan 3 akan berdiri mandiri sebagai prekuel yang mengupas asal-usul kutukan, sekte, serta perjanjian dengan iblis yang melandasi dua film terdahulu.

Alurnya dibuka dengan fenomena histeria massal atau wabah menari di Strasbourg pada abad ke-16, yang diilhami dari peristiwa nyata tahun 1518, sebelum bergeser ke sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.

Film ini diklaim menjadi proyek paling ambisius sepanjang rekam jejak karier Joko Anwar, dengan melintasi latar dua benua serta menerapkan tujuh bahasa, yaitu Indonesia, Alsace, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin. Joko Anwar menyingkap bahwa film ini bakal menjawab teka-teki besar yang selama ini menggantung dalam waralaba tersebut.

"Film ini adalah segala hal yang tidak saya sadari sedang saya bangun menuju ke sana, film yang akhirnya menjawab dari mana kutukan ini berasal, mengapa ia tidak pernah berhenti, dan apa sebenarnya yang ia inginkan," kata Joko Anwar dilansir Variety, Selasa (1/9/2026).

"Penggemar lama akan mendapatkan jawaban yang telah mereka tunggu selama bertahun-tahun. Penonton baru akan mendapatkan pengalaman luar biasa," sambungnya.

Pengabdi Setan 3: Origin diproduksi oleh Rapi Films berkolaborasi dengan Come and See Pictures, Sky Media, serta Legacy Pictures. Saat ini pengerjaannya masih berada dalam tahap praproduksi dan dijadwalkan menyapa penonton di bioskop Indonesia pada 2027.

Fachri Albar dan Asmara Abigail telah dikonfirmasi menjadi dua pemeran utama dalam sekuel kali ini. Perusahaan rumah produksi asal Korea Selatan, Barunson E&A, akan mengurusi penjualan internasional untuk film tersebut.

Proyek ini hendak diperkenalkan kepada para pembeli internasional dalam ajang TIFF Market perdana yang berlangsung pada September ini, sebagai bagian dari rangkaian Toronto International Film Festival. Barunson E&A menilai film tersebut sebagai salah satu karya genre paling ambisius yang pernah lahir di Asia Tenggara.

Nama Pengabdi Setan memang memegang reputasi kuat di Indonesia. Versi orisinal rilisan Rapi Films pada 1980 telah menjadi film kultus lokal, sementara versi remake garapan Joko Anwar pada 2017 menjadi film terlaris di pasar domestik tahun itu sekaligus dianggap menjadi pemantik kebangkitan sinema horor tanah air.

Film lanjutannya, Pengabdi Setan: Communion (2022), bahkan mencatatkan sejarah sebagai film Indonesia pertama yang tayang dalam format IMAX dan tetap bertengger sebagai satu dari enam film lokal dengan pendapatan paling tinggi sepanjang sejarah.

Kesepakatan ini pun memperpanjang kemitraan eksklusif selama dua tahun antara Joko Anwar dan Barunson E&A. 

Kolaborasi pamungkas keduanya, Ghost in the Cell, saat ini menduduki peringkat kedua box office lokal Indonesia sepanjang tahun ini dengan raihan lebih dari 3,3 juta penonton serta telah terdistribusi ke 150 wilayah pasar internasional.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index