SEBARIS.CO.ID — NASA menemukan kawah baru di permukaan bulan yang terbentuk dari tumbukan benda langit seukuran gedung tiga hingga enam lantai. Kawah selebar 728 kaki ini menjadi yang terbesar di tata surya pada era modern, dan kondisinya bisa memengaruhi cara rover beroperasi di masa depan.
Citra yang diambil Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) mengungkap keberadaan kawah tumbukan baru di permukaan bulan. Ilmuwan NASA Robert Wagner pertama kali menyadari ada perubahan di permukaan bulan saat memeriksa gambar dari kamera sudut lebar orbiter pada Oktober 2025.
Setelah membandingkan foto sebelum dan sesudah, Wagner memastikan ada kawah baru yang kemudian diberi nama resmi McGetchin, diambil dari nama ilmuwan Tom McGetchin.
Kawah Terbesar Era Modern di Tata Surya
McGetchin bukan kawah terbesar di bulan. Gelar itu masih dipegang South Pole-Aitken Basin yang berdiameter 1.550 mil. Namun sebagian besar tumbukan bulan berukuran kecil dan sudah berumur sangat tua.
Kawah McGetchin berukuran lebar 728 kaki dan kedalaman 141 kaki. Berdasarkan perkiraan ilmuwan, tumbukan dengan magnitudo seperti ini hanya terjadi sekali setiap 132 tahun.
Benda langit yang menghantam permukaan bulan antara 11 April dan 22 Mei 2024 diduga komet atau asteroid seukuran gedung tiga hingga enam lantai. Peristiwa itu tidak teramati secara langsung, tetapi jejaknya baru terkonfirmasi lewat analisis citra.
Suhu di Sekitar Kawah Lebih Dingin 16 Derajat Fahrenheit
Tim ilmuwan yang telah meneliti kawah ini menemukan area selebar 4 mil di sekitarnya bersuhu sekitar 16 derajat Fahrenheit lebih dingin pada malam hari. Mereka menyimpulkan pendinginan itu terjadi karena tumbukan mengganggu regolith, lapisan atas permukaan bulan.
Gangguan tersebut membuat regolith menjadi kurang padat dan kurang mampu menahan panas. NASA mencatat, titik-titik yang lebih dingin ini bisa memengaruhi cara roda rover berinteraksi dengan permukaan, terutama di area dekat kawah baru.
Citra Terbaru dan Rencana Penelitian Lanjutan
Gambar yang beredar diambil oleh kamera sudut sempit LRO setelah orbiter melintasi lokasi tumbukan lagi pada Desember 2025, beberapa bulan setelah Wagner pertama kali melihatnya. Mengingat betapa langkanya peristiwa ini, sejumlah studi lanjutan soal kawah McGetchin diperkirakan akan menyusul.
Penemuan ini menegaskan bahwa permukaan bulan masih aktif berubah, meski tanpa atmosfer seperti di Bumi. Bagi program penjelajahan bulan yang tengah disiapkan berbagai negara, termasuk misi berawak, data soal kondisi regolith di sekitar kawah baru menjadi informasi penting.