Shell Naikkan Harga Solar Jadi Rp25.420 per Liter Per 1 September

Shell Naikkan Harga Solar Jadi Rp25.420 per Liter Per 1 September
SPBU Shell [FOTO: NET].

JAKARTA - Manajemen Shell Indonesia mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang naik menjadi Rp25.420 per liter mulai 1 September 2026, dari posisi sebelumnya Rp21.910 per liter pada Agustus.

Berdasarkan laman resminya yang diakses di Jakarta, Selasa, Shell Indonesia menyampaikan bahwa produk Shell V-Power Diesel ini didistribusikan di area Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Penyesuaian harga solar di SPBU Shell mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia yang terus berfluktuasi imbas konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Bila dirunut, harga solar berada di angka Rp14.620 per liter pada 1 Maret 2026, lalu melonjak tinggi hingga Rp30.890 per liter pada Mei, kemudian terkoreksi menjadi Rp24.490 per liter pada Juni, dan berlanjut turun ke Rp21.340 per liter pada 1 Juli 2026.

Di sisi lain, varian BBM seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tercatat belum tersedia sejak awal tahun 2026.

Sejalan dengan langkah Shell, PT Pertamina (Persero) turut menyesuaikan kenaikan harga untuk jajaran BBM nonsubsidi, yaitu Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo.

Di kawasan Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) disesuaikan dari Rp19.700 per liter menjadi Rp23.700 per liter per 1 September. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) merangkak naik dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter di tanggal yang sama.

Selanjutnya, Pertamax Turbo turut naik dari Rp18.300 per liter pada Agustus menjadi Rp19.600 per liter mulai 1 September 2026.

Adapun harga Pertamax masih bertahan di level Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026, dan Pertamax Green juga tidak berubah di kisaran Rp16.600 per liter.

Untuk BBM jenis penugasan dan subsidi, harganya dipastikan tetap sama, yakni Pertalite di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar senilai Rp6.800 per liter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index