JAKARTA - Pengguna Commuter Line Jabodetabek yang mulanya naik dan turun di Stasiun Karet terhitung sejak Selasa (1/9/2026) mesti berpindah ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Penyesuaian layanan ini diterapkan seiring pengerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Para penumpang yang ingin menuju Stasiun Sudirman Baru dapat melintasi selasar di samping Stasiun Karet. Selasar itu terhubung langsung dengan hall barat bawah Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Area hall barat bawah pun telah dipasangi gate elektronik, loket, beserta fasilitas penunjang bagi pengguna lainnya.
Selain pintu lewat area Stasiun Karet, pihak KAI Commuter turut membuka gerbang masuk dan keluar dari arah Jalan Jenderal Sudirman. Akses tersebut dilengkapi fasilitas gate dan petugas loket untuk mempermudah pergerakan pengguna menuju kawasan perkantoran di seputaran Sudirman.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan bahwa penyesuaian akses ini resmi diberlakukan pada hari perdana pengalihan, Selasa.
“Untuk itu, selalu perhatikan informasi dan arahan dari petugas di stasiun,” ujar Karina dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Pada hari pertama skema pengalihan, volume penumpang yang turun di Stasiun Sudirman Baru atau BNI City menembus 8.679 orang hingga pukul 10.00 WIB. Sementara itu, pengguna yang naik terdata sebanyak 641 orang.
Angka penumpang yang turun melonjak 326 persen bila dibandingkan sebelum masa pengalihan, yang mana volume penumpang turun di Stasiun Sudirman Baru sebelumnya berada di angka 2.036 orang.
KAI Commuter memprediksi volume penumpang di Stasiun Sudirman Baru bakal terus bertambah seiring berpindahnya seluruh pengguna Stasiun Karet ke lokasi tersebut. Angka pengguna yang naik diproyeksikan menyentuh 20.513 orang, sedangkan pengguna yang turun diperkirakan mencapai 18.696 orang.
Pihak KAI Commuter mengonfirmasi bahwa frekuensi perjalanan Commuter Line Cikarang yang melintasi Stasiun Sudirman Baru tidak berubah, yakni tetap 264 perjalanan.
Karina mengutarakan, Stasiun Sudirman Baru mengantongi kapasitas pelayanan hingga 2.000 pengguna tiap jamnya.
“Untuk kapasitas pengguna di stasiun ini dapat menampung sebanyak 2.000 orang setiap jamnya,” kata Karina.
Guna mendampingi penumpang beradaptasi terhadap penyesuaian akses, KAI Commuter menempatkan papan petunjuk arah (signage), menyiagakan petugas pelayanan, serta mengatur skema arus pengguna di dalam area stasiun.
KAI Commuter pun akan rutin mengevaluasi pelaksanaan pengalihan layanan ini setiap hari. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika operasional serta masukan dari penumpang sepanjang pengerjaan integrasi berlangsung.
Informasi mengenai jadwal maupun posisi Commuter Line yang melintas dari Stasiun Sudirman Baru dapat dipantau lewat aplikasi C-Access.