JAKARTA - PT PLN (Persero) menyokong penuh langkah pemerintah menghadirkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan cara membeli serta mendistribusikan 223.584 megawatt hour (MWh) listrik saban tahun dari PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kami mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kami pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Jumat (28/8/2026).
Darmawan menjelaskan bahwasanya BUMN kelistrikan ini menyiapkan pasokan listrik keluaran PSEL Kota Bekasi agar dapat disalurkan kembali guna mencukupi kebutuhan daya di area tersebut.
Melalui skema ini, pemrosesan sampah via PSEL tak cuma ampuh meredam dampak kerusakan lingkungan, melainkan turut memproduksi pasokan energi yang bisa dikonsumsi lagi oleh warga setempat.
Darmawan menggarisbawahi bahwasanya sasaran primer pendirian PSEL ialah menciptakan lingkungan hidup yang jauh lebih sehat lewat pengelolaan sampah.
Adapun daya listrik yang tercipta sekadar produk sampingan dari seluruh rangkaian proses itu.
“Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” kata Darmawan.
Infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, diproyeksikan mulai berproduksi pada pertengahan 2028 mendatangkan peletakan batu pertama oleh Danantara Indonesia bersama Daya Energi Bersih Nusantara pada Rabu (26/8).
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menuturkan PSEL Kota Bekasi merupakan proyek kedua yang resmi memasuki tahapan konstruksi, menyusul PSEL Denpasar Raya yang pekerjaannya telah digulirkan sejak Juli 2026.
Agenda pembangunan tersebut menjadi komponen penting dari strategi penanganan limbah perkotaan.
PSEL Kota Bekasi dirancang sanggup memproses hingga 1.500 ton sampah saban hari menjadi sumber energi bersih berupa daya listrik. Energi terbarukan ini nantinya akan dialirkan ke dalam sistem transmisi PT PLN (Persero).
Proyek yang menelan dana investasi sekitar Rp3 triliun itu ditargetkan mampu memangkas emisi karbon hingga 640 ribu ton setara CO? tiap tahun, menghemat kebutuhan ruang Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mencapai 90 persen, serta menyerap 1.000 tenaga kerja hijau.
Pada sektor energi, PSEL Kota Bekasi dibekali kapasitas bersih sebesar 27,4 MW.
Sarana ini diprakirakan memproduksi daya hingga 223.584 MWh per tahun.
Bila dikalkulasikan dengan pemakaian rata-rata rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA), angka produksi itu setara dengan pemenuhan daya untuk 55 ribu rumah warga.
Dalam kerja sama ini, arus listrik yang diproduksi PSEL dibeli langsung oleh PLN lewat kesepakatan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) bersama tiap-tiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL.
Patokan tarif pembelian listrik ditetapkan bernilai 0,2 dolar AS atau 20 sen dolar AS per kWh untuk seluruh tingkatan kapasitas.