Menkes Kebut Pasokan Genset Dukung Tenda Medis Gempa di NTT

Menkes Kebut Pasokan Genset Dukung Tenda Medis Gempa di NTT
Menkes Budi Gunadi Sadikin [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin tengah mengupayakan percepatan pasokan generator set (genset) demi menopang operasionalitas layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa.

Penyediaan sarana genset ini difokuskan untuk mengaliri listrik pada aktivitas medis di kawasan tenda darurat yang didirikan pada area puskesmas serta rumah sakit lapangan.

"Nah, harusnya hari ini saya lagi kejar itu genset, bapak, ibu. Genset-genset ini, sama Pak Bahlil (Menteri ESDM Bahlil Lahadalia) saya sudah WA-an, katanya dia mengasih semuanya," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026), dikutip dari tayangan kanal YouTube TV Parlemen.

Walau begitu, Budi belum mengonfirmasi secara pasti tenggat pengiriman genset tersebut. Menkes baru menerima komitmen bahwa bantuan generator tersebut akan mulai didistribusikan pada Jumat ini.

"Cuma saya belum sempat kejar lagi, harusnya beliau janji mungkin mulai besok semua genset-genset bagus itu bisa dikirim ke puskesmas-puskesmas yang ada," ujarnya.

Budi turut menerangkan, pemanfaatan tenda untuk pengobatan medis menjadi prioritas utama lantaran mayoritas warga serta nakes masih mengantongi kecemasan untuk beraktivitas di dalam fasilitas bangunan pascagempa.

"Bukan karena gedungnya hancur semua, tapi karena orang takut masuk ke gedung, ya. Jadi lebih banyak yang takut masuk ke gedung dibandingkan yang gedungnya hancur," ucapnya.

Di samping pemenuhan tenda darurat, Kementerian Kesehatan bergerak taktis menyalurkan rupa-rupa logistik medis lainnya, mulai dari stok obat-obatan sampai fasilitas jaringan komunikasi pendukung.

"Selain tenda, kami juga kirim obat-obatan. Ini juga cepat, di akhir minggu pertama obat-obatannya sudah masuk. Ada beberapa alkes (alat kesehatan) juga di rumah sakit lapangan yang kami masukkan. Starlink juga sudah kami kirim, harusnya 40-an," ucap Menkes.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index