JAKARTA — PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) lewat unit usahanya, PT Endorshine Energi Matahari (EEM), menyepakati transaksi jual beli listrik tenaga surya bersama tiga entitas bisnis dengan akumulasi kapasitas pembangkit sebesar 34 MWp.
Corporate Secretary Arkora Hydro Ricky Hartono menyampaikan EEM merampungkan penandatanganan kesepakatan jual beli listrik tenaga surya pada 25 Agustus 2026 bersama PT Batamindo Investment Cakrawala, PT Bintan Inti Industrial Estate, serta PT Bintan Resort Cakrawala.
“Perolehan perjanjian ini membawa dampak yang positif bagi kegiatan operasional, keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Ricky dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (27/8/2026).
Secara rinci, kesepakatan dengan PT Batamindo Investment Cakrawala meliputi fasilitas PLTS berkapasitas 11,5 MWp yang ditopang Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 11,4 MWh.
Selanjutnya, kerja sama dengan PT Bintan Inti Industrial Estate mencakup PLTS berdaya 12,5 MWp berpasangan BESS 5,6 MWh.
Sementara itu, transaksi bersama PT Bintan Resort Cakrawala mencakup unit PLTS berkapasitas 10 MWp yang dibekali BESS 11,3 MWh.
Dengan begitu, keseluruhan kapasitas dari ketiga proyek PLTS tersebut menembus 34 MWp dengan daya tampung BESS mencapai 28,3 MWh.
Manajemen Arkora Hydro mengemukakan transaksi ini menjadi tahapan strategis dalam memperluas serta mendiversifikasi portofolio unit pembangkit listrik perseroan ke ranah pembangkit listrik tenaga surya.
Integrasi proyek PLTS yang ditunjang sistem BESS ini juga memperkokoh pijakan ARKO dalam akselerasi energi terbarukan.
Sebelumnya, ARKO telah resmi menyelesaikan proses akuisisi 100% kepemilikan saham PT Endorshine Energy Solution (EES) melalui dua anak perusahaannya, yakni PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) dan PT Arjuna Hidro (AJ), pada 12 Agustus 2026.
Momentum tersebut menandai ekspansi perseroan ke ranah bisnis PLTS, setelah sebelumnya berfokus pada pengembangan PLTA.