JAKARTA - Pemanah recurve putri Indonesia Rezza Octavia menjadikan ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai batu loncatan dalam ambisinya untuk kembali berlaga di panggung Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kalau saya pribadi, target saya ingin mendapatkan tiket Olimpiade. Entah dapat medali atau tidak, saya ingin mendapatkan tiket Olimpiade," kata Rezza di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Pemanah berusia 25 tahun itu pernah mengicipi atmosfer Olimpiade saat membela Indonesia pada ajang Paris 2024. Aichi-Nagoya bakal menjadi keikutsertaan Asian Games keduanya usai sebelumnya tampil pada Hangzhou 2022 yang diselenggarakan pada 2023.
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
Saat ditanyai mengenai peranan Asian Games dalam rekam jejak kariernya menuju Olimpiade mendatang, Rezza menuturkan bahwa ajang olahraga multicabang terbesar di benua Asia itu bukanlah muara akhir.
"Jadi saya melihatnya ini sasaran antara," ujar Rezza.
Keinginan Rezza menuju Los Angeles memiliki akses langsung dari Aichi-Nagoya lantaran Asian Games 2026 menjadi salah satu wadah awal perburuan tiket panahan Olimpiade 2028.
Mengacu pada mekanisme kualifikasi yang dirilis World Archery, dua atlet terbaik di nomor recurve perorangan putra dan putri pada Asian Games berhak memperoleh kuota Olimpiade untuk Komite Olimpiade Nasional (NOC) masing-masing.
Di samping itu, NOC yang sanggup menjuarai nomor recurve beregu campuran Asian Games turut mengamankan masing-masing satu tiket putra dan putri menuju Los Angeles 2028.
Jatah Olimpiade tersebut diserahkan kepada pihak NOC dan bukan langsung dikantongi oleh sang atlet.
Rezza berbekal pengalaman memburu tiket Olimpiade melalui kancah Asian Games. Pada gelaran Hangzhou, ia mengukir skor 621 di fase kualifikasi recurve putri sekaligus menjadi satu dari dua wakil Indonesia yang melaju ke babak eliminasi perorangan mendampingi Diananda Choirunisa.
Setahun berselang, Rezza berhasil menembus gelaran Olimpiade Paris 2024. Di Paris, ia turun di nomor perorangan recurve putri serta beregu putri bersama Diananda dan Syifa Nur Afifah Kamal.
Kini Rezza memasang tolok ukur lebih tinggi menyongsong Aichi-Nagoya dengan mengincar raihan skor di kisaran 670 pada putaran kualifikasi.
"Target skor saya ingin sekitar 670," kata Rezza.
Berdasarkan penjelasannya, perolehan skor tersebut terbilang cukup kompetitif untuk bersaing di level Asia, walaupun catatan di babak kualifikasi belum menjadi jaminan mutlak dalam mengamankan medali.
Rezza menyongsong Asian Games dengan modal torehan medali emas SEA Games 2025 Thailand. Ia menjadi bagian skuad recurve beregu putri Indonesia bersama Diananda dan Ayu Mareta Dyasari yang berhasil memenangi emas.
Cabang olahraga panahan Indonesia kala itu keluar sebagai juara umum lewat koleksi enam emas dan dua perunggu.
Untuk ajang Asian Games 2026, PB Perpani menggembleng 10 pemanah yang terdiri atas enam atlet recurve serta empat atlet compound.
Selain Rezza, sektor recurve diisi Riau Ega Agata Salsabilah, Alviyanto Bagas Prastyad, Ahmad Khoirul Baasith, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani.
Sedangkan nomor compound dihuni Sostar Andaru Rinaldi, Ratih Zil'izati Fadhly, Yurike Nina Bonita Pereira, serta Nurisa Dian Ashrifah.
PB Perpani membidik setidaknya satu medali perak dari Aichi-Nagoya, menggemuk dibanding Asian Games Hangzhou sewaktu Indonesia membawa pulang dua medali perunggu dari cabor panahan.
Arena pertandingan panahan Asian Games Aichi-Nagoya bakal dihelat di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Prefektur Aichi. Lokasi tersebut menggelar perlombaan untuk kategori recurve dan compound.