SEBARIS.CO.ID — KM Awu adalah kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) yang dibangun tahun 1991 di galangan Meyer Werft, Jerman. Kapal berbobot 6.022 GT ini melayani rute Nusa Tenggara, Bali, Jawa Timur, hingga Kalimantan Tengah.
KM Awu termasuk armada PELNI yang masih aktif mengarungi perairan Indonesia. Kapal bertipe 1.000 pax ini dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar sekaligus menghubungkan pulau-pulau yang jarang tersentuh moda transportasi lain.
Dengan kapasitas 969 orang, KM Awu menjadi salah satu pilihan utama warga kepulauan untuk bepergian. Usianya sudah lebih dari tiga dekade, tapi statusnya sebagai kapal penumpang antarpulau tetap relevan.
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
Spesifikasi Kapal
KM Awu dibangun Meyer Werft di Papenburg, Jerman, pada 1991. Galangan itu dikenal sebagai salah satu pembuat kapal penumpang berpengalaman di Eropa.
Berikut data teknis KM Awu berdasarkan spesifikasi resminya:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Operator | PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) |
| Tipe / kelas | Tipe 1.000 pax |
| Tahun dibuat | 1991 |
| Galangan pembuat | Meyer Werft, Papenburg, Jerman |
| Kapasitas penumpang | 969 orang |
| Gross tonnage | 6.022 GT |
| Panjang | 99,8 meter |
| Nomor IMO | 8915653 |
Wilayah Operasi
KM Awu melayani sejumlah wilayah di Indonesia tengah dan timur. Rutenya mencakup Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah.
Dari pemantauan, kapal ini tercatat singgah di 7 pelabuhan. Jaringan rute itu menjadikan KM Awu penghubung penting bagi mobilitas penumpang dan logistik antarpulau.
Panjang 99,8 meter dan bobot 6.022 GT membuat KM Awu tergolong kapal menengah. Ukuran itu cukup untuk menyeberangi selat dan laut antarpulau di wilayah operasinya.
Bagi calon penumpang, KM Awu menawarkan kapasitas besar dengan rute yang menjangkau banyak pelabuhan. Keberadaannya membantu masyarakat kepulauan mengakses layanan transportasi laut yang terjadwal.
KM Awu tetap menjadi bagian dari layanan PELNI yang beroperasi hari ini. Kapal ini membuktikan armada berusia tua masih bisa diandalkan selama perawatan dan pengoperasiannya terjaga.