Pertamina Jalankan Program Pembinaan UMKM Sesuai Tahap Pertumbuhan

Pertamina Jalankan Program Pembinaan UMKM Sesuai Tahap Pertumbuhan
Astuti, pemilik produk Cimeler (Cilok Meler) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melangsungkan program pendampingan serta pembinaan untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan atau taraf perkembangan bisnis masing-masing.

"Setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Pertamina mendampingi UMKM melalui akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar, yang disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap tahap pertumbuhannya agar dapat tumbuh semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Ia menambahkan bahwa skema pendampingan UMKM oleh Pertamina ini juga berpartisipasi dalam menyokong target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), utamanya Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Poin 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

"Program kami juga sejalan dengan Astacita poin ketiga melalui penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas," tambahnya.

Baron memberikan gambaran mengenai program pendampingan Pertamina yang fleksibel mengikuti skala usaha, salah satunya diaplikasikan pada pelaku usaha binaan dari Karawang, Jawa Barat, yaitu Ubi Madu Bakar Mba Boled.

Berawal dari unit lapak sederhana di wilayah Karawang dengan nominal pemasukan sekitar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu, bisnis tersebut kini menjelma menjadi unit usaha yang mengoperasikan 20 gerai di kawasan Karawang, Cikarang, Tambun, hingga Bekasi.

Tingkat perputaran omzetnya pun saat ini mampu menembus nominal Rp300 juta tiap bulannya dengan menyerap serta mempekerjakan sekitar 30 orang tenaga kerja.

Widiarti, perintis Ubi Madu Bakar Mba Boled, menceritakan bahwa titik balik krusial dalam eskalasi bisnisnya terjadi pada tahun 2018, yakni saat dirinya mantap mendaftar sebagai mitra UMKM binaan Pertamina.

Lewat alur pendampingan tersebut, dirinya mengantongi sokongan dana permodalan sekaligus berkesempatan mengikuti ajang UMK Academy guna menajamkan wawasan dan keterampilan dalam mengelola serta mengekspansi lini usahanya.

Bentuk pembinaan dari Pertamina berlanjut melalui keikutsertaan di bermacam ajang promosi hingga pameran skala besar, seperti Pertamina Eco RunFest, Inacraft, serta Pekan Raya Jakarta.

Widiarti turut mengutarakan bahwa kini roda bisnisnya kian membesar dengan merangkul sekitar 30 pekerja.

"Perkembangan usaha bukan hanya tentang meningkatkan skala bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang," sebutnya.

Baron memungkas bahwa dinamika perjalanan Ubi Madu Bakar Mba Boled menjadi representasi nyata bagaimana daya juang pengusaha UMKM, yang disokong oleh kemudahan modal, penguatan kapasitas, hingga pembukaan akses pasar, mampu mengokohkan bisnis sekaligus memantik potensi ekonomi bagi publik luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index