BPS Ungkap Cara Pembaruan Data DTSEN dan Perubahan Posisi Desil

BPS Ungkap Cara Pembaruan Data DTSEN dan Perubahan Posisi Desil
Tangkapan layar cek desil bansos Agustus 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dimutakhirkan supaya data sosial ekonomi masyarakat senantiasa relevan dengan kondisi riil.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah mencakup 290,13 juta record individu serta 95,98 juta record keluarga. 

DTSEN difungsikan sebagai acuan bersama pemerintah guna perencanaan, penetapan target sasaran, hingga tahap evaluasi beragam program. Kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah memanfaatkan data itu berpatokan pada tugas dan wewenang masing-masing.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengutarakan, DTSEN dirancang lewat pengintegrasian sejumlah basis data milik pemerintah. 

Basis data dimaksud mencakup Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Data itu selanjutnya diperkaya menggunakan aneka data administratif dan disinkronkan secara berkala bersama data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

"Salah satu informasi dalam DTSEN yang banyak digunakan untuk menentukan sasaran program adalah desil," jelas Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Amalia menerangkan, desil merupakan bentuk pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan. Tiap kelompok memuat sekitar 10 persen dari total keluarga.

Desil 1 mengindikasikan kelompok bermargin tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Sementara Desil 10 menandakan kelompok dengan margin tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi. 

Walau begitu, desil bukanlah parameter mutlak dari kemiskinan. Desil pun bukan tolok ukur nominal pendapatan maupun kekayaan sebuah keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," jelas Amalia.

Penetapan desil juga tidak semata berpatokan pada satu indikator saja, seperti besaran penghasilan, kepemilikan aset barang, daya listrik, atau profesi pekerjaan. Pemeringkatan memperhitungkan beragam karakteristik sosial ekonomi secara simultan.

Karakteristik itu antara lain mencakup kelayakan perumahan, sumber air bersih, bahan bakar serta energi memasak, penguasaan aset, daya dan pemakaian listrik, susunan anggota keluarga, taraf pendidikan, jenis pekerjaan, kondisi kesehatan, hingga status disabilitas.

Rangkaian indikator tersebut dikalkulasikan mengaplikasikan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan relatif keluarga.

Posisi desil suatu keluarga juga memiliki kelenturan untuk berubah. Pergeseran itu terjadi seiring pergeseran kondisi sosial ekonomi keluarga serta kedudukan relatifnya jika dibandingkan keluarga lain. Oleh sebab itu, DTSEN rutin diperbarui memanfaatkan bermacam sumber data.

Sumber itu mencakup data administrasi, hasil sensus dan survei, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan pemda, peninjauan lapangan, hingga aduan yang disampaikan warga.

Warga yang mendapati data diri atau keluarganya tak cocok dengan kondisi lapangan dapat mengajukan pembaruan melalui skema usul dan sanggah pada saluran resmi pemerintah. 

Permohonan dapat diproses lewat Cek Bansos kepunyaan Kementerian Sosial, SIKS-NG melalui petugas desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN milik BPS.

Meski demikian, pengajuan pembaruan data tidak serta-merta langsung menggeser posisi desil. Informasi tersebut bakal diproses menjadi bagian dari mekanisme pemutakhiran dan pengkalkulasian ulang berdasar data serta metode yang berlaku.

"BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut," kata Amalia.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index