Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla pada Operasi Penerbangan

Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla pada Operasi Penerbangan
Ditjen Perhubungan Udara pantau asap karhutla [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara intensif memantau pergerakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di area Kalimantan serta imbasnya pada aktivitas operasional di beberapa bandar udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengutarakan bahwa jarak pandang (visibility) menjadi salah satu elemen krusial bagi keselamatan penerbangan. 

Jika jarak pandang berada di bawah ambang batas operasional yang ditentukan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan posisinya, hingga dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Kepulan asap pekat berdampak langsung pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) yang memicu pembatalan sejumlah penerbangan.

Pada 16 Agustus 2026, kala jarak pandang berada di kisaran 3.000 meter, operasional penerbangan TransNusa terdampak dengan membawa 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang jurusan SKJ-CGK. 

Maskapai Super Air Jet turut terdampak dengan memuat 180 penumpang rute CGK-SKJ serta 87 penumpang SKJ-CGK.

Memasuki 18 Agustus, saat jarak pandang turun ke kisaran 2.000 meter, TransNusa kembali terdampak masing-masing 174 penumpang untuk penerbangan CGK-SKJ maupun SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing-masing terdampak 180 dan 179 penumpang.

Lalu pada 19 Agustus, dengan jarak pandang sekitar 2.500 meter, penerbangan TransNusa terdampak sebanyak 164 dan 165 penumpang untuk rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara maskapai Super Air Jet masing-masing membawa 180 penumpang pada kedua trayek tersebut.

Para penumpang yang terdampak memperoleh kompensasi penanganan berupa pengembalian dana utuh (full refund) serta perubahan jadwal terbang tanpa biaya tambahan hingga kurun tujuh hari ke depan, berpatokan pada kebijakan maskapai.

Untuk area Kalimantan Timur, pengawasan dilaksanakan pada tujuh bandar udara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, serta Melalan. 

Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan terpantau beroperasi secara normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Di kawasan Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, serta Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beraktivitas secara normal.

Dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) mengakibatkan keterlambatan jadwal terbang maskapai NAM Air, yakni rute CGK-PKN dari jam 07.00 bergeser ke 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 mundur ke 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 bergeser ke 12.05 WIB, serta PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Pada wilayah Kalimantan Utara, pengawasan disiagakan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan serta Nunukan beroperasi normal, sedangkan bandara lain tetap diawasi secara berkala.

Kemenhub menginstruksikan seluruh pengelola bandar udara dan operator maskapai penerbangan guna mempertinggi kewaspadaan serta mengamati faktor cuaca maupun jarak pandang secara bertahap.

Penyesuaian penerbangan dijalankan atas dasar situasi riil dan pertimbangan aspek keselamatan, sehingga penyesuaian jadwal bisa berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” kata Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara bersama jajaran pengelola bandara, pihak maskapai, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait terus menjalin koordinasi untuk mengawasi perkembangan karhutla di seluruh area Indonesia dan imbasnya pada dunia penerbangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index