JAKARTA — PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) bakal menerjuni sektor properti digital dan pusat data (data center) sebagai langkah memperlebar jangkauan usaha ke area infrastruktur digital.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026), REAL membentuk entitas anak baru bernama PT Repower Global Sinergitama (RGST) pada 19 Agustus 2026. REAL bertindak selaku pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan menyentuh 99,6%.
Kehadiran RGST difungsikan sebagai sarana strategis bagi REAL guna mengelola serta mengembangkan aset-aset properti sekaligus meraih potensi di sektor digital.
Direktur sekaligus Corporate Secretary REAL, Sjafardamsah, sebelumnya mengutarakan bahwa perseroan tengah mendalami peluang usaha pusat data, termasuk persiapan serta penjajakan kemitraan bersama calon mitra strategis.
"Segmen data center berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru di luar bisnis properti tradisional," katanya.
Langkah ekspansi ini dieksekusi di tengah pesatnya laju perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), cloud computing, serta digitalisasi. Perkembangan AI memerlukan daya komputasi yang kian besar, sehingga turut memicu lonjakan kebutuhan atas pusat data, pasokan listrik, jaringan konektivitas, hingga bangunan properti dengan spesifikasi khusus.
Menurutnya, manuver REAL memasuki bisnis ini memunculkan opsi pertumbuhan baru sekaligus memperluas keterpaparan perseroan dari sektor properti konvensional menuju ke infrastruktur digital.
Ia menambahkan bahwa pusat data memiliki keunggulan karakter bisnis yang prospektif karena asetnya mampu mendatangkan pendapatan berulang (recurring income) lewat beraneka model kemitraan, seperti penyewaan atau colocation, menyesuaikan dengan strategi yang nantinya diterapkan perseroan.
Bermodalkan kepemilikan 99,6% di RGST, keberhasilan pengembangan unit bisnis baru ini berpeluang memberikan imbal dampak langsung bagi REAL. Terlebih lagi, apabila perseroan sukses menggandeng mitra strategis dan mengeksekusi proyek dengan skala yang masif.
"Jika penjajakan tersebut berhasil dikonversi menjadi proyek nyata, ekspansi ini berpotensi menjadi katalis baru bagi REAL sekaligus membuka sumber pertumbuhan di luar siklus properti konvensional," ujarnya.
Di tengah tingginya permintaan AI dan peningkatan kebutuhan sarana infrastruktur digital, REAL kini mulai membidik lini bisnis yang menjadi tumpuan utama ekonomi digital di masa mendatang.