PGUN Bantah Isu Rencana Akuisisi Saham Bayan Resources (BYAN)

PGUN Bantah Isu Rencana Akuisisi Saham Bayan Resources (BYAN)
PT Pradiksi Gunatama Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan milik Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), memberikan penjelasan mengenai kabar rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang beredar di pasar.

Guna menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur PGUN Tamlikho menyampaikan bahwa perseroan maupun grup saat ini tidak memiliki agenda pengambilalihan saham BYAN.

“Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup belum memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN),” ujar Tamlikho dalam keterbukaan informasi, Kamis (20/8/2026).

Tamlikho menambahkan bahwa pihak perseroan sejauh ini tidak mengetahui kebenaran ataupun memegang informasi mengenai kabar pengambilalihan BYAN tersebut.

Mengenai potensi aksi korporasi yang melibatkan pemegang saham pengendali atau pemilik penerima manfaat (Ultimate Beneficial Owner/UBO), PGUN menegaskan belum ada konfirmasi atau pemberitahuan secara resmi.

“Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi dari Pemegang Saham Pengendali maupun Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) terkait adanya rencana ataupun Informasi/Fakta Material mengenai akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN),” kata Tamlikho.

Karena tidak ada agenda akuisisi tersebut, PGUN menegaskan tak mempunyai jadwal keterbukaan informasi maupun tenggat waktu pelaksanaan transaksi BYAN. Pihak perseroan turut menegaskan belum ada informasi, fakta, atau peristiwa penting lainnya yang belum diumumkan ke publik.

BEI Soroti Kenaikan Harga Saham PGUN

Selain meminta penjelasan terkait rumor akuisisi BYAN, BEI turut meminta manajemen PGUN memaparkan penyebab di balik pergerakan naik harga saham perseroan.

Tamlikho menyebutkan bahwa pergerakan harga saham PGUN salah satunya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, laporan keuangan, serta pemberitaan media.

“Faktor yang mempengaruhi antara lain performance Perseroan, Laporan Keuangan Perseroan, dan pemberitaan di media massa,” kata Tamlikho.

PGUN juga menegaskan tak ada informasi, fakta, maupun peristiwa material lain yang bisa memengaruhi keberlangsungan usaha perseroan dan harga saham yang belum dipublikasikan.

Penjelasan tersebut disampaikan PGUN untuk merespons surat dari BEI berdasar ketentuan III.2.2 dan IV.2.2 Peraturan No. I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi.

Rumor Akuisisi BYAN

Sebelumnya, rumor rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham BYAN oleh Jhonlin Grup milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam berembus di pasar.

Manajemen BYAN turut memberikan penjelasan atas isu tersebut. Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero mengutarakan perseroan tidak mengetahui adanya agenda transaksi pengambilalihan atau akuisisi saham seperti yang diberitakan.

“Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” tulis manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (18/8/2026).

Meskipun begitu, BYAN menyampaikan bahwa pemegang saham pengendali secara berkala membuka peluang mempertimbangkan berbagai kesempatan untuk memaksimalkan investasinya.

Perseroan turut menegaskan tidak memegang data mengenai pihak-pihak yang terlibat, skema transaksi, jumlah saham yang dialihkan, maupun nilai transaksi dari spekulasi tersebut.

Manajemen BYAN memastikan desas-desus yang beredar tidak membawa dampak material terhadap operasional maupun kinerja keuangan perseroan karena belum ada transaksi yang dikonfirmasi oleh manajemen.

Rumor ini sebelumnya menjadi salah satu pendorong lonjakan saham BYAN. Berdasarkan data BEI, saham BYAN ditutup melesat 19,97% ke tingkat Rp17.275 per saham pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat dugaan tersebut semakin menguat seusai emiten yang terhubung dengan Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 September 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index