JAKARTA - Kementerian Sosial menegaskan bahwa aktivitas operasional program Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan seperti biasa tanpa hambatan pascaditerjang gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menguncang wilayah tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa sarana Sekolah Rakyat yang terletak di Kabupaten Kupang berada di luar wilayah utama yang terdampak bencana.
"Untuk Sekolah Rakyat memang tidak terdampak sebab posisinya berada di Kabupaten Kupang. Sementara di kabupaten lain masih dalam proses persiapan penyelenggaraan, jadi tidak ada yang terdampak untuk Sekolah Rakyat," kata dia.
Di samping hal itu, ia menegaskan Kemensos terus mempercepat penyaluran kebutuhan pokok pengungsi lewat penyediaan dapur umum lapangan di titik-titik bencana yang tersebar di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, hingga Ngada.
Sepanjang 17 hingga 19 Agustus 2026, Kemensos tercatat telah menyalurkan 15.438 porsi makanan siap santap untuk masyarakat terdampak di wilayah Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
Pasokan makanan ini dikirim secara berkala dari Posko Barang Kolong dengan kapasitas 3.048 porsi tiap hari serta Posko Golo Conggo sebanyak 2.098 porsi per hari, ditambah rencana pembukaan satu dapur umum anyar di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, guna menyokong 705 jiwa pengungsi.
Kemensos pun mendistribusikan bantuan logistik mencakup 1.000 paket sembako, lima ton beras reguler, dana santunan duka untuk dua korban jiwa, hingga mendirikan 34 unit tenda darurat pada sejumlah fasilitas publik penting seperti RSUD Ruteng, beberapa puskesmas, panti asuhan, serta titik pengungsian sepanjang rute Ruteng-Reok.
Adapun di Kabupaten Sikka, dua unit dapur umum turut dioperasikan, yakni Dapur Umum Komunal GOR Samador yang menyajikan 4.700-1.500 porsi per hari dan Dapur Umum Mandiri di Yayasan Seminari BSB yang memproduksi 900 porsi setiap harinya.