Pacheco Siap Terjun ke Kancah Tersulit Demi Sabuk Juara Dunia WBA

Pacheco Siap Terjun ke Kancah Tersulit Demi Sabuk Juara Dunia WBA
Petinju kelas super menengah Diego Pacheco [FOTO: NET].

JAKARTA - Petinju kelas super menengah (76,2 kg) Diego Pacheco menyatakan kesiapannya untuk terjun ke gelanggang tersulit di divisinya guna membidik sabuk juara dunia World Boxing Association (WBA) yang saat ini dikuasai Jaime Munguia.

"Sebelumnya saya dianggap berisiko tinggi dengan imbalan rendah, tetapi saya telah dijanjikan pertarungan perebutan gelar juara dunia dalam kontrak ini dengan Matchroom, dan mudah-mudahan kami bisa mewujudkannya. Saya ingin lawan dengan nama besar selanjutnya," kata Diego Pacheco dalam laporan The Ring yang dikutip di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Pacheco baru saja menyegel kemenangan KO pada ronde ke-11 atas Immanuwel Aleem bulan lalu. Kemenangan itu memastikan petinju asal Amerika Serikat tersebut bertahan di jajaran elit peringkat dengan catatan impresif 26 kemenangan, termasuk 19 di antaranya diraih via knockout (KO).

Ia pun tanpa ragu mendesak agar segera dipertandingkan melawan raja kelas menengah super WBA, Jaime Munguia. Meski begitu, promotor Eddie Hearn menyodorkan opsi pertarungan potensial lain menghadapi Armando Resendiz dan Bruno Surace yang dinilai sanggup memberi Pacheco tambahan jam terbang.

Pacheco memutuskan untuk bersabar serta meyakini prosesnya, tetapi petarung berumur 25 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya telah siap meladeni juara bertahan beserta para penantang utama, lebih-lebih kini timnya berada di bawah komando pelatih anyar, Buddy McGirt.

"Masing-masing juara adalah lawan yang tangguh dan petarung yang tangguh. Mereka semua seimbang. Jika saya bisa memilih salah satu juara, itu akan menjadi Munguia karena saya merasa dia adalah nama terbesar dan daya tarik terbesar," katanya.

Ia mengutarakan, bilamana bentrokan menghadapi Munguia dapat direalisasikan, duel itu bakal berjalan sengit. Pertarungan tersebut, menurutnya, bakal menjadi tontonan hebat yang diminati para pencinta tinju.

Pacheco menerangkan bahwasanya Munguia berada di bawah bimbingan Eddy Reynoso. Apabila ia mampu menumbangkan figur seperti Munguia, hal itu dapat menjadi batu loncatan sempurna menuju duel akbar melawan Canelo Alvarez.

"Dalam dunia yang ideal, begitulah seharusnya," katanya.

Sesudah menolak kesempatan duel menghadapi Christian Mbilli dan Hamzah Sheeraz sepanjang setahun terakhir karena beragam pertimbangan, Pacheco menyatakan bahwa ia kini siap meladeni seluruh tantangan di kelas 168 pon yang diisi pemegang gelar Osleys Iglesias beserta jajaran petarung top layaknya Caleb Plant, Jermall Charlo, Edgar Berlanga, dan Demetrius Andrade.

Pacheco menuturkan pula bahwa dirinya kini melangkah ke fase kedua dalam rekam jejak karier tinjunya, sehingga babak pembelajaran telah tuntas. Bagi dirinya, saat ini merupakan momen untuk mencurahkan segenap potensi dan benar-benar mengukir warisan sejarah.

"Saya akan mencapainya dengan menemukan nama-nama terbaik," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index