JAKARTA - Mempunyai pasangan yang sering merendahkan sanggup membuat relasi terasa melelahkan. Ujaran yang mengecilkan, intonasi nada yang meremehkan, hingga kebiasaan memotong pembicaraan dapat memicu seseorang merasa tidak dihargai.
Apabila perilaku tersebut berlangsung secara berulang, sangat penting untuk tidak membalas lewat cara serupa. Mengandalkan sindiran balasan atau turut merendahkan pasangan justru akan memperburuk pola komunikasi di dalam hubungan.
Disadur dari Verywell Mind, psikoterapis Oona Metz membagikan sejumlah cara menghadapi pasangan yang suka merendahkan:
Cara menghadapi pasangan yang suka merendahkan
1. Sampaikan secara tegas saat perilaku itu terjadi
Langkah awal ialah membicarakan tindakan tersebut secara langsung. Hindari memendam kekesalan hingga menumpuk, tetapi tentukan momen ketika Anda dan pasangan berada dalam kondisi yang sama-sama tenang.
"Respons terbaik terhadap sikap merendahkan adalah pernyataan langsung dan berimbang tentang bagaimana perasaan Anda, daripada membalas dengan sikap merendahkan," kata Oona Metz.
Anda bisa menyampaikan, misalnya, “Ketika kamu mengatakan pekerjaan saya tidak penting, saya merasa tidak dihargai. Saya ingin kamu berhenti meremehkan pekerjaan saya.”
Pernyataan yang eksplisit mampu membantu pasangan memahami tindakan mana yang menjadi persoalan.
2. Tanyakan alasan di balik perilakunya
Pasangan mungkin tidak senantiasa menyadari bahwasanya cara bertutur kata atau tindakannya telah membuat Anda merasa direndahkan.
Terapis pernikahan dan keluarga Saba Harouni Lurie mengungkapkan, menanyakan alasan seseorang melontarkan ucapan yang menyakitkan sanggup membuatnya berhenti sejenak guna mencermati perilakunya.
Pertanyaan sederhana seperti, “Kenapa kamu mengatakan itu kepada saya?” bisa membuka ruang untuk mendiskusikan masalah yang selama ini mungkin tidak disadari.
Meski demikian, memahami alasan pasangan bukan berarti membenarkan tindakan yang menyakitkan tersebut.
3. Tetapkan batasan dalam hubungan
Bila perilaku merendahkan terus berulang, menetapkan batasan yang jelas menjadi hal yang krusial. Sampaikan tindakan seperti apa yang tidak dapat Anda toleransi dalam hubungan.
Sebagai contoh, Anda dapat menyampaikan bahwa Anda bersedia membicarakan perbedaan pandangan, namun tidak ingin dihina, dipanggil dengan sebutan tertentu, atau diremehkan saat sedang mengutarakan pendapat.
Kehadiran batasan membantu menjaga komunikasi tetap sehat sekaligus menegaskan bahwa rasa saling menghormati merupakan fondasi penting dalam hubungan.
4. Jangan membalas dengan merendahkan pasangan
Saat merasa disakiti, membalas lewat komentar yang sama-sama menyakitkan mungkin terasa sebagai langkah pertahanan diri. Akan tetapi, pola tersebut malah sanggup membuat konflik kian berlarut-larut.
Ketimbang membalas, berfokuslah pada perilaku yang ingin Anda ubah. Utarakan ketidaknyamanan secara lugas tanpa menyerang kepribadian pasangan. Melalui cara ini, percakapan tetap berfokus pada inti masalah, bukan berubah menjadi ajang saling menjatuhkan.
5. Cari dukungan jika mulai memengaruhi kesehatan mental
Menghadapi pasangan yang terus-menerus merendahkan dapat mengikis rasa percaya diri dan memicu seseorang menarik diri dari komunikasi. Oleh sebab itu, hindari menghadapi semuanya seorang diri.
Luangkan waktu bersama orang-orang yang mampu memberikan dukungan serta membuat Anda merasa dihargai. Apabila Anda dan pasangan sama-sama berkomitmen memperbaiki hubungan, konseling atau terapi pasangan dapat menjadi pertimbangan. Terapis sanggup membantu memetakan akar masalah sekaligus membangun pola komunikasi yang lebih sehat.
Tidak semua hubungan dapat dipulihkan hanya berbekal komunikasi. Jika perilaku pasangan membuat Anda merasa terancam atau terdapat risiko kekerasan, keselamatan wajib menjadi prioritas utama. Dalam kondisi demikian, mencari pertolongan dari pihak yang dipercaya maupun tenaga profesional dapat membantu Anda menentukan langkah yang paling aman.