JAKARTA - Penyanyi Angel Pieters ikut menyemarakkan gelaran Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Angel sukses menghibur para tamu undangan lewat lantunan lagu "Zamrud Khatulistiwa" karya maestro musik Guruh Sukarno Putra.
Perayaan hari kemerdekaan senantiasa menjadi momen penting yang dinantikan oleh khalayak luas. Peringatan ini tak sekadar menjadi ruang refleksi kebangsaan, melainkan juga wadah untuk merayakan identitas serta kekayaan budaya Nusantara.
Hal itu terpancar dari penampilan memukau Angel yang mengusung wastra serta kriya lokal dalam balutan gaya yang sangat elegan.
Elegan dengan Karya Desainer Terkemuka dan Wastra Bersejarah
Penampilan Angel menyatukan harmoni antara keindahan seni musik dan seni mode Tanah Air, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Atasan Anggun dari BIYAN dan Sepatu Rajnik
Untuk busana atasannya, Angel tampak mengenakan blus bernuansa putih krem transparan berbahan menyerupai brokat. Pakaian dengan ornamen bordir serta detail rumit tersebut merupakan rancangan desainer terkemuka asal Surabaya, Biyan Wanaatmadja, yang dirilis lewat label BIYAN.
Siluet pakaian berpotongan longgar yang jatuh anggun di tubuhnya menghadirkan kesan klasik dan mewah. Detail busana berdominasi warna lembut ini menyatu sempurna dengan bawahan tenun bernuansa warna tegas.
Kombinasi atasan bertekstur serta bawahan bermotif ini membuktikan bahwa padu padan busana tradisional dapat dikemas lewat sentuhan modern yang memikat.
Guna menyempurnakan penampilannya, Angel mengenakan alas kaki berupa sepatu hak tinggi karya jenama lokal, Rajnik.
Kilau Perhiasan Tulola yang Sarat Detail
Area wajah serta kepala sang penyanyi pun tak luput dari sentuhan aksesori yang menyedot perhatian. Rambutnya disanggul rapi berhias sematan mawar merah berukuran besar, memperkuat nuansa kemerdekaan yang lekat dengan warna merah.
Selain itu, Angel mengenakan sepasang anting emas berkilau kreasi Tulola, label aksesori milik Sri Luce-Rusna, Happy Salma, dan Franka Franklin-Makarim. Untuk anting, Angel memakai Canang Gebogan Subeng Gold Dip.
Menilik situs resmi Tulola, perhiasan dari perpaduan logam ini dibuat secara eksklusif buatan tangan di studio mereka dan dilapisi emas 18 karat.
Jenama ini pun menaruh perhatian khusus pada kenyamanan penggunanya dengan memastikan tiap permukaan yang bersentuhan langsung dengan kulit telah disempurnakan memakai lapisan perak sterling dan emas 18 karat.
Tenun Bentenan yang Bersejarah
Sebagai busana bawahan yang menjadi pusat perhatian, ia mengenakan kain tenun bentenan warisan budaya dari Minahasa, Sulawesi Utara. Kain ini bukan sekadar lembaran tekstil pelengkap penampilan, melainkan sebuah warisan sejarah dengan nilai filosofis masyarakat lokal yang mendalam.
Melansir situs resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), tenun bentenan sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
"Tenun ini dikenal lewat kombinasi warna yang cerah seperti merah, biru, dan kuning, yang dipercaya melambangkan keberanian dan harapan. Motifnya tidak hanya indah, tetapi juga sarat dengan simbolisme kehidupan masyarakat lokal," demikian informasi dalam situs Kemenpar.
Berdasarkan catatan di "Buku, Sejarah dan Kebudayaan Minahasa" karya Jessy Wenan yang dikutip dari TribunManado.co.id, kain tenun ini pernah meraih masa kejayaan pada abad ke-19 sebelum akhirnya nyaris punah ditelan zaman.
Namun, penggunaan kain ini oleh figur publik seperti Angel di acara berskala nasional memainkan peran penting dalam memperkenalkan kekayaan tekstil Nusantara ke audiens yang lebih luas.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi.