JAKARTA — Perubahan suhu tubuh secara mendadak sewaktu mandi serta kebiasaan mengejan keras berisiko memicu serangan stroke, terutama bagi individu yang mengidap riwayat tekanan darah tinggi.
Dokter spesialis neurologi, dr. Shelby Amrus Ernanda, menerangkan berdasarkan pengalamannya selama lebih dari satu dekade menangani pasien di instalasi gawat darurat (IGD), ia menjumpai pola ini kerap berulang.
Banyak pasien stroke ditemukan dalam keadaan tidak sadar atau mendadak mengalami kelumpuhan sewaktu berada di kamar mandi.
Namun siapa sangka, tindakan sederhana seperti mengejan dan menyiram badan dengan air rupanya sanggup memicu seseorang terkena serangan stroke di dalam kamar mandi.
"Stroke di kamar mandi bukan takdir yang datang tiba-tiba tanpa jejak. Ini adalah akumulasi dari kebiasaan kecil yang dianggap remeh, bertemu dengan satu momen ketidakhati-hatian. Mengubah cara kami memasuki kamar mandi secara perlahan, sadar, dan penuh perhatian pada tubuh sendiri mungkin terdengar sepele. Namun dari hal sepele itulah, sebuah nyawa sering kali terselamatkan," kata dia saat dihubungi pada Kamis (13/8/2026).
Cara Mencegah Stroke Sebelum Mandi
Shelby mengingatkan bahwa langkah pencegahan stroke tak selalu diawali dari tindakan medis yang rumit. Upaya sederhana ketika berada di kamar mandi justru dapat menjadi langkah penyelamatan jiwa.
1. Air Tidak Terlalu Panas atau Dingin
"Hindari mandi dengan air yang terlalu dingin atau terlalu panas," katanya. Masyarakat dapat memanfaatkan air hangat yang suhunya mendekati suhu tubuh lantaran paling aman untuk pembuluh darah.
2. Jangan Langsung Mengguyur Badan
Ia menyampaikan, usap tangan, kaki, serta wajah terlebih dahulu secara bertahap. Cara sederhana ini memberikan jeda bagi tubuh untuk beradaptasi agar tidak kaget secara mendadak.
3. Membawa Pakaian Ganti yang Lebih Tebal
Kendati saat mandi sudah membawa handuk, ia menyarankan pentingnya membawa pakaian hangat ke dalam kamar mandi. Hal tersebut bertujuan supaya tubuh yang baru terbiasa dengan air hangat tidak langsung terpapar suhu dingin ruangan ketika keluar.
4. Gaya Hidup Sehat
Langkah pencegahan lainnya, yakni menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Memperbanyak asupan serat, mengonsumsi air yang cukup, serta tetap aktif bergerak perlu dilakukan agar tidak harus mengejan secara berlebihan sewaktu berada di toilet.
5. Perlunya Rutin Mengecek Kesehatan
Masyarakat disarankan mengontrol faktor risiko sejak awal. Tekanan darah tinggi, diabetes, serta gangguan jantung merupakan retakan halus yang apabila dibiarkan berlarut-larut hanya tinggal menunggu satu kejutan kecil untuk pecah sepenuhnya.
Menurut Shelby, kesehatan dibangun dari kebiasaan harian yang sering kali dipandang sebelah mata. Kesadaran atas risiko di ruangan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi bagian dari edukasi preventif yang mesti terus diperkuat.
Aktivitas di Kamar Mandi yang Dapat Memicu Stroke
Perubahan suhu secara mendadak tatkala mandi menjadi salah satu pemicunya. Contohnya, penggunaan water heater dengan suhu yang terlalu ekstrem atau langsung mandi ketika kondisi tubuh masih panas dan berkeringat.
Kondisi demikian dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah melonjak tinggi dalam tempo singkat. Pada penderita hipertensi yang kondisi pembuluh darahnya sudah rapuh, lonjakan ini sanggup memicu pecahnya pembuluh darah di otak (stroke perdarahan).
Di samping itu, perubahan suhu yang mendadak juga bisa memicu gangguan irama jantung (aritmia) pada sebagian individu.
"Empat ruang jantung yang seharusnya berdenyut secara harmonis tiba-tiba berpacu tidak sinkron. Ketidakteraturan ini menciptakan semacam pusaran kecil dalam aliran darah yang memicu terbentuknya gumpalan," katanya, saat dihubungi pada Senin (10/8/2026).
Ia mengutarakan gumpalan tersebut persis seperti darah yang mengental sewaktu menutup luka pada kulit. Bedanya, gumpalan ini tercipta di dalam organ jantung, kemudian terbawa aliran darah menuju otak, tersangkut di pembuluh darah lalu menyumbatnya.
"Inilah yang disebut stroke emboli. Tentu karena pembuluh darah besar yang sering terdampak, jenis stroke ini biasanya sangat berat," ucap Shelby.
Selanjutnya tatkala mengejan, terdapat peningkatan tekanan di dalam kepala ketika mengejan yang dapat menjadi pemicu pecahnya pembuluh darah pada seseorang yang memiliki riwayat hipertensi atau kelainan pembuluh darah.