Adira Finance (ADMF) Siapkan Strategi Genjot Pembiayaan Produktif

Adira Finance (ADMF) Siapkan Strategi Genjot Pembiayaan Produktif
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mengungkapkan bahwa portofolio penyaluran pembiayaan perseroan saat ini masih didominasi oleh segmen pembiayaan konsumtif. 

Meski demikian, Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani menyatakan perseroan bakal terus berupaya memacu kontribusi pembiayaan produktif secara bertahap demi mewujudkan komposisi portofolio yang lebih seimbang.

“Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, Perusahaan menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi dan pasar,” ucapnya, dikutip pada Senin (17/8/2026).

Gani memaparkan langkah tersebut di antaranya ditempuh melalui ekspansi bisnis secara selektif ke wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, hingga pengembangan lini bisnis non-otomotif seperti fasilitas dana tunai yang dapat dioptimalkan untuk kebutuhan produktif.

“Kemudian, penguatan kolaborasi dengan ekosistem grup untuk memperluas basis pelanggan, serta peningkatan customer retention melalui penawaran produk dan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pelaku usaha,” tuturnya.

Berdasarkan pandangan Adira Finance, peluang penyaluran pembiayaan produktif masih terbuka lebar, terutama pada sektor-sektor yang ditopang oleh aktivitas ekonomi riil. 

Potensi ini terlihat dari tingginya kebutuhan pembiayaan armada kendaraan komersial serta alat berat guna menyokong operasional dan ekspansi usaha.

Ke depan, tambah Gani, Adira Finance menilai ruang pertumbuhan masih terbuka lebar seiring tingginya kebutuhan para pelaku usaha untuk mendongkrak kapasitas dan produktivitas.

“Namun, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih dinamis, Perusahaan akan tetap selektif dalam menangkap peluang pertumbuhan, dengan mempertimbangkan prospek masing-masing sektor, profil dan kemampuan bayar konsumen, serta kualitas pembiayaan,” tegasnya.

Lebih lanjut Gani menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam menyalurkan pembiayaan produktif adalah menjaga kualitas pembiayaan di tengah dinamika kondisi ekonomi dan bisnis.

“Untuk memitigasi risiko tersebut, Perusahaan menerapkan proses underwriting yang prudent dan selektif. Perusahaan juga melakukan pemantauan portofolio secara berkala serta memperkuat proses collection,” tutupnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi penyaluran pembiayaan produktif oleh industri perusahaan pembiayaan atau multifinance telah mencapai 44,47% dari total penyaluran pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman optimistis peluang peningkatan porsi pembiayaan produktif masih terbuka lebar. 

Oleh sebab itu, OJK mendorong industri multifinance untuk terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor produktif guna memenuhi target porsi 46%-48% pada rentang 2026–2027, sebagaimana diamanatkan dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.

“Termasuk segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan, dengan tetap menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian,” kata Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index