Bermula dari Krisis Pangan, Ini Sejarah Terciptanya Mi Instan

Bermula dari Krisis Pangan, Ini Sejarah Terciptanya Mi Instan
Ilustrasi mi instan [FOTO: NET].

JAKARTA - Di balik kepraktisan mi instan, tersimpan rekam jejak sejarah yang panjang. Mi instan sejatinya berasal dari Jepang, bukan China atau Korea.

Mi instan perdana di dunia diciptakan pada tahun 1958 oleh seorang inovator dan pengusaha bernama Momofuku Ando, dilansir dari VnExpress, Selasa (11/8/2026). Simak perjalanannya secara lengkap.

Sejarah mi instan 

Ando terlahir dengan nama Go Pek-Hok pada 5 Maret 1910 di Taiwan, yang kala itu masih dalam cengkeraman penjajahan Jepang. Dirinya lantas berpindah tempat dan mendirikan entitas Nissin Food Products Co., Ltd. di Ikeda, Osaka, Jepang pada tahun 1948.

Mengutip laporan History, pada kurun waktu beberapa tahun setelah meletusnya Perang Dunia II, fenomena krisis pangan yang meluas di Jepang mendorong kemunculan para pedagang kuliner di pasar gelap.

Berdasarkan paparan Nissin, perusahaan yang didirikan Momofuku Ando tersebut mengamati antrean panjang yang mengular di lapak ramen tradisional pasar gelap. Sajian mi ramen konvensional tersebut membutuhkan durasi masak yang cukup lama sehingga memicu antrean panjang.

Bermula dari situasi itulah ia memancangkan tekad untuk melahirkan mi yang sanggup "disiapkan dan dimakan dengan cepat di rumah hanya dengan air panas."

Pasca-proses eksperimen selama setahun di area gudang kebun miliknya, Ando memperoleh ide cemerlang kala mengamati sang istri menggoreng adonan tempura. 

Dirinya menyadari bahwasanya minyak goreng mendidih sanggup menyerap kadar air dari lapisan tepung, dan metode dehidrasi melalui proses penggorengan ini dapat mengawetkan mi sehingga bisa disimpan dalam kurun waktu yang lama.

Usai menyempurnakan teknik tersebut, ia memproduksi mi ramen instan perdana. Tepat pada 25 Agustus 1958, Ando merilis produk mi instan komersial pertama di dunia yang mengusung merek Chikin Ramen di bawah payung perusahaan Nissin. 

Cita rasa mi ini telah dibumbui dan cuma memerlukan waktu penyeduhan air panas selama dua menit agar siap disantap.

Saat hasil inovasi Ando resmi dipasarkan secara luas, produk tersebut awalnya dijajakan sebagai komoditas mewah. Berbekal nominal harga sekitar enam kali lipat lebih mahal ketimbang mi segar konvensional, penawaran mi instan ini mulanya disambut dengan nada ragu.

Akan tetapi, banderol harganya berangsur-angsur melandai, kepopulerannya melesat, dan menyusul serangkaian inovasi serta penyempurnaan lanjutan, Ando kemudian memperkenalkan produk Cup Noodles pada tahun 1971 yang sukses menjadi fenomena global.

Dari Negeri Sakura, perkembangan teknologi mi instan merambah ke Korea Selatan dan China pada medio awal 1960-an dan seketika naik daun lantaran rasanya diracik menyelaraskan lidah masyarakat setempat. 

Pada era sekarang, angka konsumsi mi instan telah menembus lebih dari 100 miliar porsi per tahun di seluruh penjuru dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index