JAKARTA — PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memperbesar porsi kepemilikannya di PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) hingga menyentuh 64,013% seusai memborong 100,56 juta saham perseroan dalam beberapa kali transaksi.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menyampaikan bahwa aksi pembelian saham tersebut menjadi bagian dari strategi investasi MDKA sekaligus sejalan dengan kedudukan perseroan sebagai pemegang saham pengendali EMAS.
“Sebagai pemegang saham pengendali, MDKA memiliki kepentingan jangka panjang terhadap perkembangan EMAS. Pembelian saham ini merupakan bagian dari investasi MDKA dan sejalan dengan posisi kami sebagai pemegang saham pengendali EMAS,” kata Albert dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Merujuk laporan keterbukaan perubahan kepemilikan saham yang dirilis pada 13 Agustus 2026, MDKA mengakuisisi sebanyak 100.559.200 saham EMAS lewat rangkaian transaksi sejak rentang 28 Juli hingga 12 Agustus 2026.
Pascatransaksi tersebut, akumulasi kepemilikan saham EMAS oleh MDKA melonjak dari posisi awal 9.329.376.465 saham menjadi 9.429.935.665 saham. Sejalan dengan itu, porsi hak suara MDKA terkerek naik dari 63,330% menuju 64,013%.
MDKA mengonfirmasi seluruh pelaksanaan pembelian saham itu dialokasikan demi tujuan investasi. Kenaikan porsi saham ini mempertegas posisi MDKA sebagai pemegang saham pengendali sekaligus mencerminkan keselarasan visi jangka panjang perseroan terhadap laju pertumbuhan EMAS.
Albert mengimbuhkan bahwa prioritas utama MDKA akan terus tertuju pada akselerasi EMAS dan Tambang Emas Pani guna memperkokoh operasional serta mencetak nilai tambah jangka panjang bagi seluruh jajaran pemegang saham.
“Fokus utama tetap pada pengembangan EMAS dan Tambang Emas Pani untuk membangun operasi yang kuat dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya.
EMAS merupakan entitas bisnis pertambangan emas yang menguasai sekaligus mengoperasikan proyek Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Unit tambang ini telah merambah fase produksi dan secara konsisten mendongkrak kapasitas operasionalnya secara bertahap.
Mengutip profil resmi perseroan, Tambang Emas Pani mulai beroperasi sejak Oktober 2025 dan mencatatkan produksi emas perdana sejak Februari 2026. Kompleks pertambangan ini mengantongi cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounce emas dari total sumber daya mineral yang mencapai 7 juta ounce emas.
Pihak MDKA menegaskan akan konsisten mengeksekusi strategi investasinya dengan senantiasa mengedepankan kepentingan perseroan serta optimalisasi nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.