Berlina (BRNA) Rights Issue, Incar Dana Segar Rp372,61 Miliar

Berlina (BRNA) Rights Issue, Incar Dana Segar Rp372,61 Miliar
PT Berlina Tbk. (BRNA) [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten manufaktur kemasan plastik PT Berlina Tbk. (BRNA) berencana menghimpun dana segar melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue dengan target maksimal Rp372,61 miliar.

Mengutip prospektus yang diserahkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), bagian terbesar eksekusi hak bakal diambil oleh pemegang saham pengendali, PT Dwi Satrya Utama (DSU), yang direalisasikan lewat skema konversi utang menjadi modal.

Dalam aksi korporasi tersebut, BRNA siap menerbitkan sebanyak-banyaknya 543,95 juta saham baru atau setara 55,56% dari total modal ditempatkan dan disetor sebelum PMHMETD III, pada harga pelaksanaan Rp685 per lembar. Dengan demikian, perolehan dana maksimal mencapai Rp372,61 miliar.

HMETD akan dialokasikan kepada pemegang saham yang terdaftar per 5 Oktober 2026 dengan rasio setiap 9 saham lama berhak memperoleh 5 HMETD. Setiap 1 unit HMETD memberikan hak untuk mengeksekusi satu saham baru.

DSU yang saat ini menggenggam 54,57% saham Perseroan akan mengeksekusi HMETD miliknya lewat mekanisme set-off (penebusan) atas pokok utang Perseroan kepada DSU.Skema serupa diterapkan untuk HMETD yang didapatkan DSU dari pengalihan seluruh HMETD milik Lisjanto Tjiptobiantoro dan PT Niaga Karya Tunggal. 

Walhasil, skema rights issue ini secara efektif melapangkan jalan bagi DSU untuk mengubah kewajiban utang menjadi penyertaan modal pada BRNA.

Nilai pokok utang Perseroan kepada DSU yang dapat dikonversi menjadi saham dalam PMHMETD III dipatok setinggi-tingginya Rp264,38 miliar. DSU juga bertindak selaku Pembeli Siaga guna menyerap sebagian porsi sisa saham yang tidak dieksekusi oleh pemegang HMETD lain.

Apabila seluruh HMETD beserta komitmen selaku Pembeli Siaga dituntaskan, nilai utang yang dialihkan DSU menjadi modal mencapai angka maksimal Rp264,38 miliar. Sementara itu, total porsi saham baru yang ditawarkan kepada seluruh jajaran pemegang saham dipatok paling banyak 543,95 juta saham.

BRNA turut menerbitkan maksimal 181,32 juta Waran Seri I secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang mengeksekusi haknya. Setiap eksekusi 3 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I. Setiap Waran Seri I memberikan hak pembelian satu saham baru pada harga pelaksanaan Rp800.

Waran tersebut dapat dieksekusi mulai 7 April 2027 sampai dengan 8 Oktober 2029. Total pendanaan yang berpotensi diraup Perseroan dari pelaksanaan seluruh Waran Seri I mencapai angka maksimal Rp145,05 miliar.

Jika saham yang ditawarkan tidak terserap sepenuhnya oleh pemegang HMETD, sisa saham bakal dialokasikan kepada pemegang HMETD yang mengajukan pemesanan tambahan sesuai regulasi yang berlaku. Apabila masih menyisakan porsi saham, DSU akan menyerapnya sesuai kapasitasnya selaku Pembeli Siaga.

Langkah rights issue ini sekaligus akan mendongkrak jumlah saham beredar secara signifikan. Lewat emisi maksimal 543,95 juta saham baru, akumulasi saham Perseroan pasca-PMHMETD III berpotensi melesat sekitar 55,56% dibanding posisi sebelum aksi korporasi. 

Di sisi lain, penerbitan maksimal 181,32 juta Waran Seri I turut membuka potensi penambahan saham baru bilamana seluruh waran dieksekusi sepanjang masa berlakunya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index