MBMA Terbitkan Obligasi Rp2,33 Triliun Demi Pelunasan Utang

MBMA Terbitkan Obligasi Rp2,33 Triliun Demi Pelunasan Utang
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mengemisi obligasi sebesar Rp2,33 triliun untuk percepatan pelunasan utang dolar AS yang dijadwalkan jatuh tempo pada September 2026.

Berdasarkan dokumen prospektus penerbitan, MBMA bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 dengan total nilai pokok mencapai Rp2,33 triliun. 

Penawaran Umum Berkelanjutan ini merupakan bagian dari skema Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials yang menargetkan himpunan dana keseluruhan senilai Rp16 triliun. Hingga saat ini, MBMA telah merealisasikan PUB Obligasi Berkelanjutan I tersebut sebesar Rp11,16 triliun.

Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I MBMA Tahap V Tahun 2026 terbagi dalam tiga opsi seri:

Seri A: Nilai pokok Rp1,71 triliun dengan imbal hasil bunga tetap 9% per tahun serta jangka waktu tenor 367 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Seri B: Nilai pokok Rp529,97 miliar dengan bunga tetap 10% per tahun dan jangka waktu tenor tiga tahun.

Seri C: Nilai pokok Rp95,34 miliar berkupon tetap 10,5% per tahun dengan jangka waktu tenor lima tahun.

Pembayaran imbalan bunga obligasi akan ditunaikan setiap tiga bulan sekali. Penyaluran bunga perdana dijadwalkan pada 1 Desember 2026, sedangkan pelunasan pokok dilaksanakan serentak saat tanggal jatuh tempo masing-masing seri.

Perolehan dana dari penerbitan obligasi ini, setelah dipotong beban emisi, yaitu sekitar Rp2,33 triliun atau setara US$130,7 juta bakal dialokasikan untuk pembayaran dipercepat pada sebagian pokok kewajiban Fasilitas B mengacu Perjanjian Fasilitas Kredit MBMA senilai US$250 juta. 

Kesepakatan fasilitas pinjaman tersebut disepakati pada 3 Oktober 2025 dengan pagu pokok hingga US$250 juta. Pelunasan bakal disalurkan kepada pihak kreditur melalui PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB).

Per 11 Agustus 2026, sisa saldo pinjaman Fasilitas B tercatat mencapai US$150 juta atau setara Rp2,67 triliun. 

Kewajiban tersebut akan memasuki tenggat jatuh tempo pada 28 September 2026. Oleh karena itu, MBMA memanifestasikan dana perolehan obligasi ini untuk menutup seluruh pokok utang Fasilitas B dimaksud. Pascapembayaran, sisa kewajiban MBMA pada Fasilitas B diperkirakan menyisakan angka US$19,3 juta.

Mengacu pada patokan kurs tengah Bank Indonesia per 11 Agustus 2026 yang sebesar Rp17.795 per dolar AS, total kebutuhan untuk pelunasan Fasilitas B berada di kisaran Rp2,67 triliun. Sementara itu, estimasi penerimaan dana bersih dari aksi emisi obligasi ini menyentuh angka Rp2,33 triliun.

MBMA berhasil mengantongi peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk emisi obligasi ini. Pihak yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi serta penjamin emisi obligasi meliputi PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Adapun posisi wali amanat dipegang oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index