BMKG Ingatkan Potensi El Nino Kuat Picu Karhutla di Jawa Timur

BMKG Ingatkan Potensi El Nino Kuat Picu Karhutla di Jawa Timur
fenomena El Nino [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur (Jatim) mengimbau seluruh wilayah di provinsi tersebut untuk mengantisipasi fenomena El Nino berkategori kuat yang berdampak pada penurunan curah hujan, sehingga memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jatim Linda Fitrotul di Kabupaten Malang, Kamis, menjelaskan bahwa indikasi El Nino kategori kuat ini terlihat dari anomali suhu permukaan laut di kawasan Samudera Pasifik timur (Nino 3.4) yang melebihi angka +2 derajat Celsius.

"Dampak yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih kering, karena dapat menyebabkan hari tanpa hujan menjadi lebih panjang, meningkatkan potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian maupun kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan risiko karhutla," kata Linda.

Ia menambahkan, El Nino kategori kuat ini turut dipicu oleh anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia bagian barat dan timur. 

Kondisi tersebut ditunjukkan oleh Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) bernilai positif 0,63, yang menandai pergerakan pasokan air dari Indonesia bagian barat menuju pantai timur Afrika.

Perpaduan fenomena atmosfer ini pada akhirnya dapat membuat musim kemarau di kawasan Indonesia berlangsung jauh lebih kering dibanding kondisi normalnya.

Pihak BMKG Stasiun Klimatologi Jatim pun memproyeksikan musim kemarau di wilayah Jawa Timur bakal bertahan hingga awal tahun 2027.

Menanggapi situasi tersebut, BMKG meminta publik agar menghindari beragam tindakan yang berpotensi menyulut karhutla, seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar sampah.

Selain itu, warga juga diminta untuk tidak menerapkan metode pembakaran lahan saat membersihkan area perkebunan atau pekarangan.

"Kami mengimbau pula supaya masyarakat bijak saat memanfaatkan air," kata Linda Fitrotul.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index