Laba Tertekan, WEHA Geber Elektrifikasi Armada DayTrans

Laba Tertekan, WEHA Geber Elektrifikasi Armada DayTrans
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) mulai memacu strategi elektrifikasi armada pada Semester II/2026 sebagai langkah meredam tekanan laba bersih sepanjang paruh pertama tahun ini.

WEHA membukukan laba bersih Rp11,7 miliar, atau terkoreksi 14% dibandingkan pencapaian Rp13,6 miliar pada Semester I/2025. Margin laba bersih perseroan tergerus menjadi 7,0%, dari posisi sebelumnya 8,9% pada Semester I/2025.

Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata mengalkulasi bahwa pemanfaatan kendaraan listrik di lini bisnis intercity shuttle DayTrans berpeluang menekan biaya operasional hingga berkisar 10%.

“Untuk lini bisnis intercity shuttle DayTrans, penggunaan kendaraan EV diperkirakan dapat memberikan efisiensi biaya operasional sekitar 10%,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (12/8/2026).

Direktur DayTrans Yosepha Melani Darmawan mengutarakan bahwa perseroan menempuh langkah transformasi dengan mulai mengadopsi armada listrik Farizon SuperVan sebagai bagian dari transisi energi dari bahan bakar minyak menuju daya listrik secara bertahap dan terukur.

Guna mengawali tahap elektrifikasi ini, Daytrans telah menyiagakan serta mengoperasikan delapan unit Farizon SuperVan sejak 10 Agustus 2026.

Kendati demikian, WEHA belum menetapkan kuota penambahan armada EV hingga pemungkas tahun 2026. Perseroan masih akan memantau hasil uji coba dan mengevaluasi efektivitasnya dari berbagai lini sebelum mengeksekusi ekspansi kendaraan listrik secara masif.

“Terkait rencana penambahan armada EV hingga akhir tahun, saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan jumlah unit yang akan disiapkan. Kami masih akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan kendaraan listrik, baik dari sisi operasional, efisiensi biaya, maupun kesesuaiannya dengan kebutuhan layanan,” ujar Yosepha.

Direktur Finance & Accounting WEHA Edgar Surjadi menambahkan bahwa langkah inisiatif ini bakal terus dievaluasi sebagai opsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sekaligus mendongkrak efisiensi operasional.

Upaya elektrifikasi ini kian strategis bagi WEHA seiring dengan pertumbuhan bisnis transportasi yang relatif terjaga, meski harus berhadapan dengan kenaikan beban biaya.

Sepanjang Semester I/2026, WEHA mengantongi pendapatan bersih Rp168,7 miliar, atau tumbuh 10,6% dibandingkan Rp152,5 miliar pada periode serupa tahun lalu. 

Lonjakan ini didorong oleh sektor angkutan antarkota yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 16,7%. Lini tersebut menyumbang sekitar 94,4% terhadap total peningatan pendapatan konsolidasian perseroan.

Sementara itu, sektor angkutan penumpang tumbuh tipis 2,9%, sedangkan pendapatan lain-lain terkoreksi 15,1%.

Peningkatan omzet tersebut turut mengerek laba bruto WEHA sebesar 13,9% menjadi Rp60,6 miliar. Margin laba kotor pun naik menjadi 35,9% dari posisi 34,9% pada Semester I/2025.

Namun, pembengkakan beban usaha hingga 18,9% menahan laju pertumbuhan laba operasi. Laba usaha perseroan hanya naik terbatas 3,6% menjadi Rp18,1 miliar, sedangkan EBITDA terkatrol 3,9% ke angka Rp47,7 miliar.

Tekanan paling terasa berimbas pada laba bersih. WEHA mencatat laba bersih turun 14% menjadi Rp11,7 miliar. 

Penurunan ini utamanya dipicu oleh pembengkakan beban lain-lain bersih menjadi Rp3,2 miliar dari posisi awal sekitar Rp30 juta pada Semester I/2025 akibat susutnya keuntungan dari penjualan aset tetap.

"Kami akan terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan operasional, sekaligus menjaga pengelolaan biaya agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” imbuh Edgar.

Belum Pasang Target Pertumbuhan

Selain mengakselerasi pengembangan armada EV, WEHA tetap menyimpan optimisme terhadap prospek bisnis mendatang. Andrianto menyampaikan bahwa perseroan masih memiliki ruang untuk berekspansi, walau manajemen belum mematok target pertumbuhan angka secara pasti.

“Untuk prospek kinerja WEHA ke depan, kami tetap optimistis Perseroan masih memiliki ruang untuk bertumbuh. Namun, pada saat ini kami belum dapat memastikan target pertumbuhan secara spesifik dalam persentase,” ujarnya.

Pada Semester II/2026, DayTrans bakal memaksimalkan trayek yang sudah beroperasi sembari menggarap rute-rute baru yang potensial.

Pada segmen penyewaan bus pariwisata White Horse, WEHA memilih fokus memprioritaskan proyek kerja sama jangka panjang guna memasok layanan shuttle bagi klien korporasi dan lembaga.

 Sementara itu, Explorer.ID akan menggenjot penawaran paket private trip untuk kegiatan outing maupun gathering perusahaan demi memperluas jangkauan pasar korporasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index